Beranda Headline JK: Perang Iran Bisa Bikin BBM Langka

JK: Perang Iran Bisa Bikin BBM Langka

55
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, memperingatkan dampak serius serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terhadap stabilitas energi global, termasuk potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

“Pasti harga minyak naik. Itu dampak pertama,” kata JK di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah berisiko mengganggu jalur distribusi dan pasokan minyak mentah dunia. Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak dari kawasan tersebut akan ikut terdampak.

“Kita biasa impor minyak dari Timur Tengah karena produksi dalam negeri kurang. Kalau akses terganggu, suplai bisa terhenti. Ekonomi kita akan terkena,” ujarnya.

JK menjelaskan situasi memanas setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian diikuti operasi militer besar oleh Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Iran dilaporkan membalas dengan menyerang sejumlah titik di kawasan Teluk, termasuk wilayah yang memiliki pangkalan militer AS seperti di Qatar dan Uni Emirat Arab. Eskalasi ini dinilai berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak utama dunia.

“Efeknya mungkin belum terasa hari ini. Tapi dalam seminggu bisa mulai terasa,” kata JK.

Ia mengingatkan, rata-rata cadangan BBM nasional hanya cukup untuk sekitar tiga minggu. Jika konflik berkepanjangan hingga satu bulan, maka risiko gangguan stok dalam negeri semakin besar.

“Persediaan kita rata-rata tiga minggu. Kalau suplai dari Saudi, Kuwait, atau kawasan itu terganggu, tentu harus diantisipasi serius,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan situasi. Presiden Prabowo Subianto disebut siap melakukan langkah diplomatik guna mendorong dialog demi meredakan ketegangan.

Konflik memuncak setelah pemerintah Iran pada 1 Maret 2026 mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Situasi geopolitik yang kian tidak menentu membuat pasar energi global dalam tekanan, dengan potensi lonjakan harga minyak yang bisa berdampak langsung pada harga dan ketersediaan BBM di dalam negeri. (Inku/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini