Beranda Hukum & Kriminal Dari TikTok ke Bentrokan, Korban Bertambah Jadi 3 Orang

Dari TikTok ke Bentrokan, Korban Bertambah Jadi 3 Orang

46
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Bentrokan antarwarga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menewaskan tiga orang. Hingga Senin (19/10/2026), polisi masih mendalami pemicu bentrokan yang diduga berawal dari saling komentar di media sosial TikTok dan berlanjut ke percakapan WhatsApp.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP M. Raka Dwi Darma mengatakan, dua orang yang telah diamankan masih menjalani perawatan medis akibat luka di bagian kepala dan punggung. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan terhadap keduanya belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Dua pelaku yang kita amankan masih dalam proses penanganan medis. Kalau dari rumah sakit sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa mereka bisa pulang, langsung kami tangani,” kata Raka di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Sambil menunggu kondisi medis keduanya memungkinkan untuk diperiksa, penyidik terus memanggil sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk peran masing-masing pihak dalam bentrokan yang terjadi pada Kamis (15/10/2026) malam tersebut.

Menurut Raka, perselisihan diduga bermula dari interaksi di TikTok. Saling komentar yang memicu ketidaksenangan kemudian berlanjut melalui percakapan WhatsApp hingga berujung tantangan untuk bertemu.

Kedua kelompok akhirnya bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, pertemuan itu berakhir dengan bentrokan yang merenggut tiga nyawa.

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa pisau, parang, dan celurit. Penyidik telah memastikan pisau tersebut milik salah satu pihak yang diamankan, sedangkan kepemilikan parang dan celurit masih didalami.

“Untuk pisau, kami pastikan milik salah satu pelaku. Sementara parang dan celurit masih kami dalami,” ujarnya.

Polisi masih menelusuri kepemilikan dan penggunaan masing-masing senjata untuk memastikan keterkaitannya dengan bentrokan tersebut. Keterangan saksi dan hasil penyidikan akan menjadi bagian penting dalam mengungkap peran setiap orang yang terlibat.

Penyidik juga telah meminta keterangan dari kepala desa kedua wilayah. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengungkap peristiwa yang melibatkan warga Jambu Ilir dan Bumi Agung.

Raka mengungkapkan, salah satu korban meninggal dunia merupakan adik kandung Kepala Desa Jambu Ilir, sedangkan korban lainnya merupakan keponakannya. Ia juga menyebut pihak-pihak yang terlibat berasal dari dua keluarga, dengan hubungan bapak dan anak pada masing-masing pihak.

Di tengah proses penyidikan, kepolisian memastikan situasi di Kecamatan Tanjung Lubuk tetap kondusif hingga Senin. Pemantauan dilakukan sejak malam kejadian hingga setelah pemakaman para korban untuk mencegah munculnya konflik susulan.

Polres OKI mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Bagaimanapun, kami dari Polres OKI harus menjaga kamtibmas. Kalau ada permasalahan yang mengandung tindak pidana, silakan dilaporkan. Jangan main hakim sendiri,” tegas Raka.

Polisi masih harus mengurai rangkaian peristiwa tersebut, mulai dari perselisihan di media sosial, pertemuan di Pasar Tanjung Lubuk, hingga bentrokan yang menewaskan tiga orang. Kepastian mengenai peran masing-masing pihak masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut. (Rico)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini