OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Suasana penuh semangat dan partisipasi aktif mewarnai pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 sekaligus kegiatan Rembuk Stunting di Desa Batu Ampar Baru, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Kegiatan yang berlangsung lancar dan tertib ini menjadi momen penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama, menyuarakan aspirasi, serta menyepakati langkah strategis pembangunan dan penurunan angka stunting di desa tercinta.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Sirah Pulau Padang, Indra Husin, S.Sos., M.Si., didampingi Kasi PMD Kecamatan Sirah Pulau Padang, Ali Antoni, S.P., M.Si., beserta tim verifikasi kecamatan.
Kehadiran pihak kecamatan sekaligus menjadi bentuk pembinaan, pendampingan, dan pengawasan langsung terhadap proses perencanaan pembangunan desa agar tepat sasaran dan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus PKK Desa, Guru PAUD, Kader Posyandu, kader desa lainnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Karang Taruna, serta berbagai unsur masyarakat dan undangan lainnya.
Kepala Desa Batu Ampar Baru, Amirwan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
“Kehadiran Bapak Camat, para narasumber, dan seluruh rekan-rekan masyarakat adalah bukti nyata bahwa pembangunan Desa Batu Ampar Baru bukan hanya tugas pemerintah desa saja, tetapi tanggung jawab kita bersama. Melalui Musdes ini, mari kita susun prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh warga, tidak hanya sekadar keinginan, tetapi solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” ujar Amirwan. Selasa (20/10/2026).
Lebih lanjut, Amirwan juga menekankan pentingnya penanganan stunting sebagai prioritas utama pembangunan manusia di tingkat paling dasar.
“Stunting bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi masalah masa depan generasi kita. Melalui Rembuk Stunting ini, mari kita bentuk komitmen bersama dari rumah ke rumah, agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan kuat membawa masa depan Desa Batu Ampar Baru yang lebih baik,” lanjut Amirwan.
Camat Sirah Pulau Padang, Indra Husin, S.Sos., M.Si., yang sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan pesan-pesan penting dalam sambutannya.
“Musdes bukan sekadar acara seremonial, tetapi ruang demokrasi yang paling nyata di tingkat desa. Di sinilah aspirasi masyarakat dihimpun, dipilih, dan ditetapkan menjadi prioritas yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan. Saya berharap setiap usulan yang disampaikan hari ini benar-benar lahir dari kebutuhan nyata warga, bukan kepentingan kelompok atau individu semata,” tegas Camat Indra.
Terkait penanganan stunting, Camat Indra menyampaikan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting sangat bergantung pada kekuatan gotong royong seluruh komponen masyarakat.
“Pemerintah desa memang punya peran utama, tetapi tanpa dukungan ibu, keluarga, tetangga, kader, dan seluruh elemen masyarakat, program terbaik sekalipun akan sulit mencapai tujuannya. Rembuk Stunting hari ini harus melahirkan komitmen yang nyata, bukan hanya di atas kertas, tetapi sampai ke setiap rumah di Desa Batu Ampar Baru. Mulai dari asupan gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, hingga akses layanan kesehatan, semuanya harus berjalan beriringan,” ungkapnya.
Camat juga berpesan agar prioritas pembangunan desa tahun 2027 lebih mengutamakan program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi warga, serta program penurunan angka stunting yang terintegrasi.
“Gunakan anggaran desa dengan bijak, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap rupiah yang kita habiskan harus bisa kita jelaskan kepada masyarakat. Bangunlah Batu Ampar Baru dengan perencanaan yang matang, kerja keras yang tulus, dan pengawasan yang kuat dari kita semua,” harap Camat Indra.
Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para narasumber yang telah diundang, yaitu:
1. Teti Sumantri Narasumber yang berasal dari Dinas PMD Kabupaten OKI
Menyampaikan materi tentang tata cara penyusunan RKPDes yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, mekanisme penganggaran berbasis prioritas, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan perencanaan pembangunan desa. Penekanan diberikan pada bagaimana menyusun usulan yang realistis, selaras dengan potensi desa, dan berdampak luas bagi kesejahteraan warga.
2. Irawadi, S.Pd Narasumber yang berasal dari Tenaga Ahli P3MD Kabupaten OKI
Memaparkan tentang pendampingan dan penguatan kapasitas kelembagaan desa dalam menyusun dokumen perencanaan yang berkualitas. Materi juga membahas bagaimana menyelaraskan usulan desa dengan program kabupaten dan provinsi, sehingga pembangunan berjalan seirama dari desa hingga tingkat nasional.
3. Triana Legita Rosa, Am.Keb (Korlab KB Kecamatan SP Padang)
Membahas secara mendalam kondisi dan data stunting di Desa Batu Ampar Baru, penyebab utama terjadinya stunting, serta langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan oleh masyarakat mulai dari lingkungan keluarga. Materi ini membuka wawasan peserta mengenai pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak, serta peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam mencegah stunting.
Dalam sesi Rembuk Stunting, peserta diajak untuk melihat langsung data dan kondisi yang terjadi di desa masing-masing. Diskusi berjalan hidup dan konstruktif, di mana peserta saling bertukar pandangan mengenai kendala yang dihadapi di lapangan.
Beberapa poin penting yang disepakati dalam diskusi antara lain:
– Peningkatan peran kader Posyandu dalam pemantauan rutin pertumbuhan balita
– Sosialisasi pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik kepada seluruh keluarga
– Peningkatan akses air bersih dan sanitasi yang sehat
– Penguatan program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita
– Pemantauan dan pendampingan rutin bagi keluarga berisiko stunting
Hasil diskusi kemudian dirumuskan menjadi rencana aksi dan rancangan usulan kegiatan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan desa.
“Usulan ini selanjutnya dibahas dan ditetapkan menjadi prioritas kegiatan RKPDes Tahun 2027 yang dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan seluruh pihak yang terlibat” tutur Irawadi.
Hingga berakhirnya Kegiatan Musdes RKPDes 2027 dan Rembuk Stunting Desa Batu Ampar Baru berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
“Hasil yang dicapai hari ini menjadi pijakan penting bagi Desa Batu Ampar Baru dalam melangkah satu tahun ke depan membangun desa yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga sehat secara manusia, bebas dari stunting, dan sejahtera secara berkelanjutan, semoga komitmen yang dibangun hari ini terus terjaga dan menjadi amal nyata bagi kemajuan seluruh masyarakat Desa Batu Ampar Baru” tutup Irawadi. (Hendri)


































