OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak nyata di tingkat desa tidak akan tercapai hanya dengan upaya satu pihak saja. Perlu adanya kerja sama yang erat, saling mendukung, dan satu visi antar seluruh unsur di wilayah. Kunci utamanya terletak pada sinergi yang kokoh dan harmonis antar unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).
Demikian penegasan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) Kecamatan SP Padang, Ali Antoni, S.P., M.Si, saat ditemui awak media di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Desa Rencana Kerja Pemerintah Desa (Musdes RKPDes) sekaligus kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di Desa Batu Ampar Baru, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (20/10/2026).
“Kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan di desa tidak terlepas dari terbangunnya hubungan lintas sektor khususnya unsur Muspika Kecamatan,” ujar Ali Antoni.
Menurutnya, Muspika bukan sekadar forum pertemuan seremonial, melainkan wadah strategis untuk menyatukan persepsi, langkah, dan kebijakan antara pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya.
Ketika unsur Muspika berjalan seiring, maka setiap program yang turun ke desa akan lebih mudah disosialisasikan, diterima masyarakat, dan terlaksana dengan baik tanpa hambatan yang berarti.
“Pemerintah Desa memiliki peran sebagai pelaksana di garis depan. Namun tanpa dukungan, pengawasan, dan penguatan dari Muspika, berbagai kebijakan dan program prioritas daerah maupun pusat akan sulit mencapai sasaran yang maksimal,” jelas Ali Antoni.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Antoni juga memuji terselenggaranya Musdes RKPDes dan Rembuk Stunting di Desa Batu Ampar Baru yang berjalan lancar, tertib, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, hingga perwakilan kaum perempuan dan pemuda menjadi bukti bahwa sinergi tidak hanya terjadi di tingkat pimpinan saja, tetapi juga hingga ke akar rumput.
“Musdes adalah tempat di mana aspirasi warga dituangkan menjadi rencana nyata. Sedangkan Rembuk Stunting adalah wujud kepedulian bersama terhadap masa depan generasi kita. Keduanya sangat penting dan harus berjalan beriringan,” terang Ali Antoni.
Ia menekankan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan tidak hanya bicara soal infrastruktur fisik semata, tetapi juga mencakup pembangunan sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial. Semua aspek ini memerlukan dukungan lintas sektor yang kuat.
Ali Antoni pun berharap, ke depannya hubungan antar unsur Muspika di Kecamatan SP Padang dapat terus terjalin dengan erat, semakin kompak, dan semakin responsif terhadap dinamika yang berkembang di masyarakat.
“Sinergi tanpa batas antar Muspika harus terus kita jaga dan kita tingkatkan. Jadikan ini budaya kerja kita. Setiap ada masalah, selesaikan bersama. Setiap ada peluang, manfaatkan bersama. Karena pada akhirnya, tujuan kita hanya satu:l, mewujudkan desa yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat Kecamatan SP Padang,” tutup Ali Antoni. (Hendri)


































