Beranda Ogan Komering Ulu Timur Hari Santri, Alicia Curi Perhatian Lewat Hafalan Hadis

Hari Santri, Alicia Curi Perhatian Lewat Hafalan Hadis

2
0

OKU TIMUR, KITOUPDATE.COM — Usia belia bukan penghalang untuk berprestasi. Alicia Al-Aina Kurniawan, siswi TK Islam Al-Hikmah, Kelurahan Terukis Rahayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, berhasil meraih juara dua lomba hafalan hadis dalam rangka memperingati Hari Santri 2026.

Putri sulung Wahyu Kurniawan, seorang wartawan, itu menunjukkan kemampuan menghafal hadis sekaligus keberanian tampil mandiri di hadapan para penilai. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus mencerminkan upaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.

Lomba berlangsung pada Rabu (21/10/2026), sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan Kamis (22/10/2026), bersamaan dengan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri di seluruh jenjang pendidikan Islam Al-Hikmah.

Peserta lomba merupakan siswa-siswi TK Islam Al-Hikmah dari kelas A hingga kelas B. Meski masih berusia dini, mereka berani tampil di depan umum dengan penuh semangat dan percaya diri.

Kepala TK Islam Al-Hikmah, Kurnia Suci Cah Yanti, S.Pd., menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kelancaran dan kejelasan pelafalan hadis hingga keberanian anak saat tampil tanpa didampingi maupun dibantu guru kelas.

Berdasarkan hasil penilaian, M. Ruby Altameez meraih juara pertama, disusul Alicia Al-Aina Kurniawan sebagai juara kedua dan Baihaqi Wijaya di posisi ketiga.

“Selamat kepada para pemenang. Yang terpenting bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana anak-anak berani tampil mandiri dan mengamalkan hafalannya,” ujar Kurnia.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan generasi Qur’ani sejak usia dini.

Melalui lomba hafalan hadis, sekolah berupaya menumbuhkan kecintaan anak terhadap ajaran Islam, melatih rasa percaya diri, serta membiasakan mereka mengulang hafalan atau murojaah agar materi yang dipelajari di kelas dapat terus diingat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Santri juga menjadi momentum untuk mengenalkan makna kesantrian kepada anak-anak. Terlebih, di lingkungan pendidikan Islam Al-Hikmah terdapat pondok pesantren sehingga siswa dari berbagai jenjang pendidikan turut dilibatkan dalam beragam perlombaan.

Nilai sejarah Hari Santri turut diperkenalkan melalui pengenangan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Para siswa diajak memahami peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus menanamkan pesan bahwa meraih cita-cita membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dan doa.

Kurnia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi sekolah untuk menunjukkan kepada orang tua bahwa pembelajaran tahfidz yang diberikan kepada siswa terus dilaksanakan dan diupayakan membuahkan hasil.

Selain lomba hafalan hadis, TK Islam Al-Hikmah menggelar lomba doa sehari-hari dan hafalan surah-surah pendek. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai agama, kemandirian, serta keberanian kepada peserta didik sejak dini. (Kyai)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini