OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Warga Desa Tanjung Alai Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI Sumatera Selatan, mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki jembatan yang menghubungkan beberapa desa dan Kecamatan. Sejak dilaporkan hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari laporan tersebut.
Kepala Desa Tanjung Alai, Kasmir Martadinata, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Andika, mengungkapkan bahwa jembatan yang merupakan akses utama bagi warga desa itu sudah hampir setengah tahun rusak.
“Sudah berbulan-bukan sejak dilaporkan kondisinya seperti ini. Kami sering melaporkan kerusakan tersebut, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” tutur Dika. Sabtu (03/05/2025).
Dika juga mengungkapkan bahwa beberapa pengendara sempat terperosok dalam lobang yang ditambal ala kadarnya ketika melintas di jembatan itu, meskipun beruntung tidak sampai jatuh ke sungai di bawahnya.
“Untuk saat ini kondisinya sudah semakin buruk, diameter lobang pun semakin membesar dan tentu saja dapat membahayakan pengguna jalan terutama pada saat malam hari” jelas Dika.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pemerintah desa Tanjung Alai secara bergotong royong bersama masyarakat menambal lobang tersebut dengan alat seadanya.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan pengguna jalan, sementara ini kami tambal dengan menggunakan pohon kelapa untuk menutupi lobang yang ada di jembatan, dengan dijaga oleh masyarakat untuk mengatur serta mengarahkan pengguna jalan supaya tidak terperosok kedalam lobang tersebut” jelas Dika.
Terkait adanya sumbangan yang sering diberikan kepada masyarakat yang mengatur jalan dijembatan tersebut ia mengatakan bahwa tidak ada paksaan bagi pengguna jalan ketika melintas diatas jembatan tersebut.
“Kami tegaskan Tidak ada pungli, tidak ada pemaksaan, yang ada hanya kesukarelaan, diberi sumbangan Alhamdulillah, tidak berikan juga tidak apa-apa, anggap saja mereka sedang melakukan kegiatan sosial dan memberikan pelayanan jasa bagi keselamatan pengguna jalan ketika melintas di ruas jembatan tersebut, kalaupun diberikan sumbangan kepada mereka anggap saja itu rezeki dari tuhan untuk mereka melalui tangan pengguna jalan” tegas Dika.
Sementara itu Tani (45 th), salah satu warga desa Tanjung Alai, menambahkan bahwa pemerintah Desa maupun Kecamatan sudah jauh-jauh hari melaporkan hal ini, namun hingga kini belum ada informasi mengenai perbaikan.
Ia berharap jembatan tersebut dapat diganti dengan struktur yang lebih kuat, mengingat fungsinya yang krusial sebagai penghubung beberapa desa, kecamatan dan kabupaten yang digunakan warga setiap hari.
“Pemerintah desa maupun Kecamatan sudah mengetahui dan melaporkan tentang keadaan jembatan ini, namun hingga sekarang belum ada perbaikan, kalau tidak segera diperbaiki tentu saja akan bertambah ruas kerusakannya dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan” ungkap Tani.
Ia pun tidak lupa, menyampaikan keresahannya terhadap kondisi Jembatan ini.
“Setiap kali melintas di jembatan ini kami selalu merasa khawatir, mengingat semakin hari semakin besar saja lobang pada ruas jembatan nya, makanya kami sangat memohon kepada Pemerintah Daerah khususnya instansi terkait untuk mengambil tindakan atas laporan kami ini” pungkas Tani. (Hendri)


































