OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Electronic Human Development Worker (e-HDW) Merupakan tools pendataan, pengumpulan, pemantauan, pencatatan dan pelaporan pada sasaran rumah tangga dalam pencegahan stunting di desa. Aplikasi eHDW merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Desa PDT dengan dukungan Bank Dunia untuk membantu melakukan perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian (monitoring dan evaluasi) terhadap pelaksanaan program konvergensi stunting di tingkat desa.
Tenaga Ahli P3MD OKI, Irawadi, S.Pd menyampaikan bahwa Penanganan stunting telah ditetapkan sebagai salah satu isu sekaligus program prioritas nasional pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, dan kemudian berlanjut dalam RPJMN 2020-2024 dengan target penurunan prevalensi stunting dari 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024 dan kembali dilanjutkan kembali pada tahun 2025 ini.
“Ditetapkannya Perpres 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting membawa konsekuensi terhadap kebutuhan penyesuaian pada aplikasi e-HDW, seperti dalam hal penambahan kelompok sasaran layanan baru dalam pencegahan stunting (yaitu remaja puteri serta calon pengantin dan pasangan usia subur) serta penyesuaian kembali lingkup layanan bagi masing-masing kelompok sasaran termasuk kelompok anak usia 24–59 bulan” ungkap Irawadi. Rabu (21/05/2025)
Bertempat di Gedung Paud Bunda II Desa Batu Ampar Kecamatan SP Padang telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Aplikasi e-HDW. Kegiatan ini sendiri dihadiri dari unsur Pemerintah Kecamatan SP Padang, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Bidan Desa, PKK, Kader Posyandu Remaja, TPK KB, Pendamping Lokal Desa, Pendamping Desa Kecamatan SP Padang, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA P3MD) OKI, Koorlap KB Kecamatan SP Padang, dan Dinas PMD OKI.
Irawadi selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat dalam juga menyampaikan selain e-HDW Desa juga untuk saat ini sedang menyelesaikan Indeks Desa (ID).
“Kecamatan SP Padang sendiri untuk saat ini sudah menyelesaikan Indeks Desa (ID), kami sangat mengapresiasi kerja keras Pemerintah Desa yang telah bekerja keras terkait penyelesaian Indeks Desa ini, karena Indeks Desa merupakan indikator penting dalam mengetahui segala kekurangan dan potensi desa, hal inilah nantinya yang akan menjadi penilaian pemerintah, baik pusat, provinsi maupun Daerah terhadap pembangunan yang akan dilaksanakan di desa tersebut ” jelas Irawadi.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TA P3MD), Irawadi dalam materinya juga menyampaikan, Kebutuhan e-HDW sangat penting bagi desa, bagian kebutuhan administrasi yang dibutuhkan oleh desa.
“Keluarga Sasaran mulai dari Nama Kepala Keluarga, RT, RW, Alamat, Desa Domisili, Dusun Domisili, Nomor KK dan lainnya harus akurat, haruslah lengkap dalam pendataannya, karena data yang akurat menggambarkan kondisi reel yang nyata yang ada di desa, sehingga dengan data akurat tersebutlah pemerintah desa dapat menjadikan kerangka acuan dalam pembangunan yang ada di desa” tegas Irawadi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas PMD OKI melalui, Davies yang mengatakan bahwa Aplikasi eHDW atau e-Human Development Worker merupakan aplikasi yang dikelola oleh Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Ditjen PPMD, Kementerian Desa PDT.
“Aplikasi eHDW merupakan aplikasi seluler berbasis android yang dirancang sebagai alat bantu kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) serta eHDW sendiri diluncurkan pertama kali oleh Menteri Desa, Abdul Halim Iskandar pada 13 Mei 2020 bersamaan dengan diluncurkannya aplikasi Desa Melawan COVID-19” terang Davies.
Davies melanjutkan, eHDW digunakan oleh Kader Pembangunan Manusia untuk memantau dan mendukung peningkatan konvergensi Intervensi Gizi Kepada Keluarga 1.000 HPK (Hari Pertama Kelahiran).
Tidak hanya sampai disitu, aplikasi eHDW dilengkapi fitur yang dapat dipergunakan untuk melakukan pemantauan 5 (lima) paket layanan pencegahan stunting di desa dengan lebih mudah, yaitu:
– Kesehatan ibu dan anak
– Konseling gizi terpadu
– Air Bersih dan Sanitasi
– Perlindungan Sosial
– Pendidikan Anak Usia Dini
“Dengan dilaksanakannya pelatihan ini, KPM diharapkan mampu dan mendorong KPM untuk meningkatkan kinerjanya dalam konvergensi Intervensi gizi kepada keluarga 1.000 HPK (Hari Pertama Kelahiran)” kata Davies.
Sementara itu Kepala Desa Batu Ampar, M.Syukri yang menyatakan bahwa e-HDW merupakan aplikasi yang sangat penting untuk menentukan arah pembangunan yang ada di desanya.
“Harapannya setelah mengisi aplikasi e-HDW ini dapat menjadi bahan pengambil kebijakan pemerintah Desa Batu Ampar dalam menentukan arah pembangunan kedepannya, kami berharap kepada petugas agar bisa menginput data dengan benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dilapangan” harap Syukri.
Ia juga berharap Pertemuan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Kecamatan SP Padang kedepannya dapat terlaksana secara rutin.
“Kita berharap kedepannya pertemuan KPM ini dapat dilaksanakan dengan rutin tentu saja ini semua tidak bisa lepas dari kerjasama dan bimbingan dari Pendamping Desa Yang ada di Kecamatan SP Padang khususnya” tutup Syukri. (Hendri)


































