Beranda Ogan Kemering Ilir Inovasi Digital di Desa: Mewujudkan Desa Cerdas dan Berdaya Saing

Inovasi Digital di Desa: Mewujudkan Desa Cerdas dan Berdaya Saing

87
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Di era globalisasi dan digitalisasi ini, inovasi digital tidak lagi menjadi hak istimewa kota besar. Desa-desa di seluruh Indonesia mulai mengadopsi teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing ekonomi.

Inovasi digital di desa tidak hanya mendorong pembangunan ekonomi, tetapi juga memperkuat kearifan lokal, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Berdasarkan hal tersebutlah Desa Batu Ampar dan beberapa Desa lainnya dalam Kecamatan SP Padang melaksanakan Pelatihan Digital.

Dalam pelatihan di hari kedua ini yang bertempat di Kantor Desa Batu Ampar dihadiri langsung oleh para materi yang berasal dari unsur dan instansi yang beragam seperti, Tenaga Ahli P3MD OKI, Diskominfo OKI dan BPD Kabupaten OKI.

Badan Pusat Statistik OKI melalui Fadhlullah, S.Tr.Stat yang lebih akrab dipanggil Fadli dalam kesempatan ini memberikan materi dan memperkenal berbagai aplikasi digital yang berhubungan dengan data salah satunya adalah Desa Cinta Statistik.

“Desa Cinta Statistik, yang juga dikenal sebagai Desa Cantik, adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik. Program ini dikembangkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membuat perencanaan pembangunan desa lebih tepat sasaran” ujar Fadli. Kamis (22/05/2025).

Masih dari BPS OKI, Ildha Irawati, SE,.MM juga menambahkan banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari penggunaan aplikasi Desa Cantik ini bagi setiap desa.

“Program Desa Cinta Statistik bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran, dan peran aktif perangkat desa dan masyarakat dalam kegiatan statistik, dengan pengelolaan data statistik yang baik, desa dapat merencanakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, optimal, dan berbasis bukti” lanjut Ildha.

Kepala Diskominfo OKI melalui Muttaqin NS, S.Kom menjelaskan bahwa Digitalisasi merupakan suatu keharusan bagi desa untuk mengikuti perubahan zaman modernisasi seperti saat ini.

“Kita harus mengikuti perubahan zaman yang ada, kalau kita tidak beradaptasi dengan perubahan didunia digital tentu saja desa kita akan mampu bersaing dengan desa-desa yang lainnya” beber Muttaqin.

Lebih lanjut ia menjelaskan beberapa hal yang bisa termasuk dalam kategori digitalisasi desa dan manfaat yang bisa dirasakan oleh desa.

1. Desa Cerdas: Konsep dan Implementasi.

“Konsep Desa Cerdas atau Smart Village adalah desa yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan publik, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Implementasi Desa Cerdas melibatkan penggunaan Internet of Things (IoT), big data, dan teknologi komunikasi untuk mengoptimalkan sumber daya desa, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata” jelas Muttaqin.

2. Digitalisasi Layanan Publik di Desa.

Salah satu aspek penting dari inovasi digital di desa adalah digitalisasi layanan publik. Melalui platform online, pemerintah desa dapat menyediakan layanan yang lebih cepat dan transparan kepada warganya. Misalnya, pendaftaran administrasi kependudukan, permohonan izin usaha, dan pembayaran pajak dapat dilakukan secara daring, menghemat waktu dan biaya bagi warga desa.

“Pemerintah juga dapat menggunakan aplikasi mobile untuk menyebarkan informasi penting, seperti pengumuman kegiatan desa, program bantuan sosial, atau tanggap darurat bencana. Dengan demikian, komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi lebih efektif dan efisien” terang Muttaqin.

3. Peningkatan Ekonomi Lokal Melalui E-Commerce.

Inovasi digital juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi lokal di desa. Melalui platform e-commerce, produk-produk lokal seperti kerajinan tangan, hasil pertanian, dan produk UMKM dapat dipasarkan ke pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional. Dengan adanya akses ke pasar yang lebih besar, para pelaku usaha di desa dapat meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usahanya.

“Selain itu, pelatihan keterampilan digital bagi masyarakat desa seperti yang kita lakukan saat ini menjadi penting agar mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing. Pelatihan ini bisa mencakup penggunaan media sosial untuk promosi, pengelolaan toko online, hingga pemahaman tentang pembayaran digital” harap Muttaqin.

4. Pelestarian Budaya dan Lingkungan dengan Teknologi.

Inovasi digital di desa juga dapat berperan dalam pelestarian budaya dan lingkungan. Dengan digitalisasi, warisan budaya lokal seperti seni, adat, dan sejarah desa dapat didokumentasikan dan disebarluaskan melalui media digital. Ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Di bidang lingkungan, teknologi digital dapat digunakan untuk pemantauan dan pengelolaan sumber daya alam. Misalnya, penggunaan sensor untuk memantau kualitas air dan tanah, atau penggunaan aplikasi untuk mengelola dan melacak program konservasi. Dengan demikian, desa dapat menjaga kelestarian lingkungannya sambil tetap mengembangkan ekonomi lokal.

Sementara Tenaga Ahli P3MD Nurahwati dan Nensi Novianti dalam materinya mengatakan, Meskipun banyak manfaat yang dapat diperoleh dari inovasi digital di desa, ada tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan akses internet, kurangnya literasi digital, dan resistensi terhadap perubahan.

“Namun, dengan kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, tantangan ini dapat diatasi” ungkap Nurahwati.

Pemerintah terus dapat berperan dalam memperluas infrastruktur internet dan memberikan pelatihan literasi digital kepada masyarakat desa. Sementara itu, sektor swasta dapat menyediakan teknologi yang mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat desa.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa inovasi digital di desa dapat berjalan efektif dan berkelanjutan” tegas Nensi.

Acarapun dilanjutkan dengan memberikan praktik kepada para peserta bagaimana memanfaatkan aplikasi digital yaitu pemanfaatan Blogger bagi desa.

“Blogger merupakan aplikasi legend yang penggunaannya dari dahulu sampai sekarang tetap eksis dan masih banyak penggunanya” kata Nensi.

TA P3MD OKI pun berharap dengan adanya pelatihan ini desa bisa memaksimalkan manfaat digital bagi desa, khususnya dalam mengembangkan potensi yang ada di desa.

“Desa bisa memanfaatkan berbagai flatform yang ada, seperti berbagai aplikasi Medsos, dan aplikasi lainnya seperti blogger ini, harapannya desa bisa terus berkembang dalam pemanfaatan dunia digital sehingga desa mampu berdiri kokoh mengikuti arus perubahan zaman yang akan kembali pada tujuan akhir dari pembangunan yaitu kesejahteraan bagi masyarakat desa” tutup Nurahwati. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini