OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Ditengah krisis keuangan yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sejumlah oknum pejabat daerah justru tampak menghadiri Festival Seni Tari Sumatera Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Kehadiran mereka dalam acara bernuansa hiburan ini menuai kecaman dari masyarakat yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan kepekaan terhadap kondisi daerah.
“Kata mereka OKI defisit, tapi para pejabat malah bersenang-senang di Jakarta. Utang banyak, gaji honorer saja sering telat,” ujar Al (38), warga Kayuagung, dengan nada kecewa.
Laporan keuangan daerah menunjukkan bahwa hingga pertengahan 2025, Kabupaten OKI masih mengalami defisit anggaran yang cukup besar. Akibatnya, sejumlah program pembangunan desa mandek, belanja rutin tersendat, dan pembayaran honor pegawai tidak tetap kerap terlambat.
Masyarakat mulai mempertanyakan sumber dana perjalanan dinas para pejabat tersebut. Jika menggunakan anggaran operasional daerah, hal itu dinilai tidak etis ditengah beban fiskal yang dialami masyarakat.
“Ini bukan soal budaya atau tidak, tapi soal empati dan tanggung jawab. Mereka seharusnya fokus menyelesaikan utang, bukan malah pamer foto senang-senang,” kritik seorang warga lainnya yang meminta namanya dirahasiakan.
Kecaman juga datang dari Ketua Umum LSM Persatuan Masyarakat Anti Korupsi (Permak), Hernis. Ia menyayangkan sikap pejabat yang tampak tak menunjukkan keprihatinan dalam situasi sulit.
“Foto-foto mereka jelas menunjukkan bahwa krisis keuangan tidak menjadi beban moral. Bupati OKI sebaiknya segera memberikan klarifikasi, apakah keberangkatan itu mewakili budaya atau sekadar gaya hidup,” ujar Hernis tegas.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten OKI untuk transparan terkait sumber dana perjalanan, apakah menggunakan kas daerah atau biaya pribadi masing-masing pejabat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab OKI terkait keberangkatan dan pembiayaan perjalanan pejabatnya ke Jakarta. (Rico)


































