OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Penanganan stunting di daerah harus dilakukan secara serius oleh semua komponen, baik itu pemerintah daerah melalui OPD terkait, kader kesehatan, maupun masyarakat yang ada di tingkat bawah.
Stunting merupakan persoalan serius yang dihadapi oleh pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.
Bupati OKI melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. H. Asmar Wijaya menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga persoalan pembangunan manusia yang membutuhkan intervensi menyeluruh.
“Penurunan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan semata Diperlukan keterlibatan sektor pendidikan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, hingga pemerintah desa agar upaya pencegahan dan penanganan lebih optimal,” ungkap Asmar. Rabu (24/09/2025).
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah menetapkan target nasional prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada tahun 2024 yang lalu dan akan berkelanjutan pula pada tahun ini.
“Dibutuhkan Komitmen dari semua pihak dan Kabupaten OKI terus memperkuat koordinasi antar instansi agar program yang berjalan lebih terarah. Di Kabupaten OKI sendiri, Pemkab OKI terus fokus pada intervensi spesifik seperti pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, serta intervensi sensitif melalui perbaikan sanitasi, air bersih, dan ketahanan pangan, tentu saja semua ini memerlukan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak untuk saling menunjang keberhasilan hal tersebut” jelas Asmar.
Lebih lanjut, Sekda OKI Asmar Wijaya menegaskan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah. Menurutnya, edukasi gizi, pola asuh yang baik, serta kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu dan anak harus menjadi budaya bersama.
“Kalau orang tua sadar sejak dini, maka risiko stunting bisa dicegah lebih cepat,” tuturnya.
Selain itu, program kolaborasi lintas sektor dan Lintas Program selain melibatkan OPD harus juga melibatkan dunia usaha melalui dukungan CSR (Corporate Social Responsibility) dan organisasi masyarakat yang berperan dalam pemberdayaan keluarga.
“Selain internal Pemkab OKI, Kolaborasi dengan sektor swasta dan organisasi non-pemerintah sangat membantu memperluas jangkauan program, terutama di daerah terpencil,” tegas Asmar.
Dirinya berharap masyarakat semakin memahami arti pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menurunkan angka stunting ini.
”Tentu upaya bersama ini diyakini akan bisa mempercepat tercapainya generasi Kabupaten OKI yang tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan dan itu semua menjadi tanggung jawab kita semua untuk mewujudkannya” pungkas Asmar. (Hendri)


































