Beranda Ogan Kemering Ilir Manasik Haji Cilik Kenalkan Rangkaian Ibadah Haji pada Anak Usia Dini

Manasik Haji Cilik Kenalkan Rangkaian Ibadah Haji pada Anak Usia Dini

124
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Manasik Haji Cilik merupakan kegiatan untuk mengenalkan rangkaian ibadah haji pada anak usia dini. Manasik haji merupakan peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya yang biasanya menggunakan Ka’bah hingga tempat lempar jumrah tiruan.

Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan OKI, Desi Puspitasari, SE.,MM, mengatakan bahwa kegiatan manasik haji sangatlah penting dalam memperkenalkan anak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan doa-doa penting yang dibacakan selama manasik haji, serta urutan pelaksanaannya mulai dari niat hingga tahapan-tahapan simbolis yang sesuai dengan ritual haji dan ini sangat penting bagi perkembangan spritual anak-anak sejak dini” ungkap Desi. Senin (10/11/2025).

Desi pun melanjutkan kegiatan manasik haji sangat cocok diterapkan untuk anak-anak usia dini dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan.

“Hal ini dikarenakan anak yang masih berusia dini dalam hal ini (PAUD/TK) memiliki memori ingatan yang sangat kuat dan kecenderungan untuk mencontoh dari apa yang dilihatnya” jelas Desi.

Ia pun berharap melalui kegiatan Manasik Haji Cilik (MHC) dapat tertanam lebih mudah dalam diri anak. Tujuan utamanya adalah supaya anak tumbuh dengan mengenal dan mencintai ajaran Islam, khususnya ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima.

“Dengan mengenalkan haji sejak dini, anak-anak diharapkan dapat lebih memahami pentingnya ibadah ini dan menumbuhkan kesadaran untuk melaksanakan haji ketika mereka mampu di kemudian hari” harap Desi.

Berikut Tata Cara Dan Doa Manasik Haji

1. Memakai Ihram

Untuk laki-laki pakaian ihram berupa dua lembar kain putih lebar. Satu kain berguna untuk menutup pundak dan satu kain lainnya untuk menutupi bawah panggul seperti menggunakan sarung. Kain ini tidak boleh dijahit. Sedangkan untuk perempuan cukup mengenakan pakaian gamis dan kerudung putih yang sesuai dengan syariat Islam.

2. Niat Ihram Haji

Sunnah haji yang dianjurkan sebelum melaksanakan ihram adalah mandi, berwudhu, memakai pakaian ihram dan memakai wewangian. Namun, untuk manasik haji anak-anak cukup diberi informasi kemudian dipandu dalam membaca niat ihram.

“Aku niat haji dengan berihram karena Allah Ta’ala”.

3. Membaca Talbiyah

Setelah berniat untuk melaksanakan haji, disunnahkan untuk membaca talbiyah. Bacaan ini selalu diulang-ulang setiap langkah selama di Masjidil Haram ataupun selama perjalanan haji.

“Labbaika llahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syariika laka”

Artinya: Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, aku sambut pa- nggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku sambut panggilan-Mu. Sesungguh- nya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

4. Wukuf di Arafah

Anak-anak yang mengikuti manasik dianjurkan untuk membaca dzikir, tahmid, istighfar dan doa lainnya ketika melaksanakan puncak ibadah wukuf di Padang Arafah.
“Ya Allah, segala puji bagi-Mu seperti Engkau memuji (diri-Mu) dan pujian ter- baik yang kami ucapkan. Ya Allah, bagi- Mu salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, dan kepada-Mu tempat kemba- liku dan kepada-Mulah pemeliharaan apa yang aku tinggalkan. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur dan keragu-raguan dalam hati serta kesulit- an-kesulitan dalam segala urusan. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari keja- hatan yang dihembuskan oleh angin.

5. Menuju Masjidil Haram

Setelah wukuf di Padang Arafah, anak-anak kemudian diarahkan menuju Masjidil Haram untuk melakukan salat Idul Adha dua rakaat.

6. Lempar Jumrah

5. Tawaf

Tawaf menjadi rangkaian ibadah haji yang dilakukan dengan berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Bagi anak RA/TK yang melakukan manasik haji, tawaf hanya dilakukan beberapa putaran saja sebagai simbolisasi dengan miniatur Ka’bah.

Saat memulai tawaf, anak-anak diminta untuk berdiri menghadap Hajar Aswad sambil mengangkat tangan dan membaca, “Bismillahi Allahu Akbar”. Ketika tawaf berlangsung, anak-anak juga diajarkan untuk mencium Hajar Aswad dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”.

6. Sa’i

Pada ibadah haji yang asli, sa’i dilakukan dengan berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwah sebanyak tujuh putaran. Namun saat manasik haji, anak-anak hanya mengelilingi beberapa putaran saja sebagai simbolis.

Saat anak-anak menuju Safa, diusahakan untuk membaca takbir dan juga tahlil. Setelah dari bukit Safa, anak-anak kemudian melanjutkan perjalanan ke bukit Marwah sambil berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT.

7. Tahalul

Tahalul menjadi kegiatan terakhir dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Tahalul dilakukan dengan cara memotong rambut sekurang-kurangnya tiga helai/simbolis.

Setelah tahalul dilakukan, anak-anak kemudian dipersilahkan untuk meminum air zam-zam secara bergantian dan memakan beberapa buah kurma.

Pendamping guru akan mengarahkan anak-anak untuk meminumnya dengan cara duduk, menggunakan tangan kanan, dan tidak lupa mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini