JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Panggung Carabao International Open (CIO) 2026 tak hanya diramaikan ratusan atlet dunia, tetapi juga oleh sosok mungil berusia lima tahun yang mencuri perhatian publik dan pejabat negara. Fajar Alamri, pebiliar cilik asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, tampil penuh percaya diri di tengah 341 atlet dari 31 negara.
Penampilan Fajar bahkan menuai pujian langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
“Luar biasa, kecil-kecil cabe rawit,” tulis Erick dalam unggahan video aksi Fajar di media sosial resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Meski tubuhnya belum sebanding dengan tinggi meja biliar standar internasional, Fajar tak gentar. Ia harus naik ke papan pijakan setiap kali hendak memukul bola putih—sebuah pemandangan yang mengundang decak kagum sekaligus haru dari para penonton.
Bertanding di kategori Carabao Junior Open 2026 yang berlangsung pada 4–8 Februari, Fajar menunjukkan teknik dan keberanian yang tak biasa untuk anak seusianya. Namun langkahnya harus terhenti pada sesi pertama hari kedua setelah kalah tipis 3-4 dari sesama peserta Indonesia, Mustofa Nur Ali.
Kekalahan itu dibayar dengan tangis di pelukan sang ayah—tangis seorang anak kecil yang menyimpan ambisi besar. Momen tersebut menjadi gambaran jelas bahwa di balik tubuh mungilnya, tersimpan tekad kuat untuk terus berkembang di dunia biliar.
Tak hanya Menpora, dua legenda biliar dunia asal Filipina, Efren Reyes dan Django Bustamante, turut menyaksikan langsung aksi Fajar saat tampil dalam ajang Battle For Legacy yang digelar Moor Production bersama Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI).
Efren Reyes bahkan menilai Fajar sebagai salah satu talenta muda potensial yang bisa menjadi andalan Indonesia di masa depan.
Menurut Reyes, di berbagai negara—termasuk Filipina dan Indonesia—anak-anak kini mulai menekuni biliar sejak usia sangat dini. Namun, ia menegaskan bahwa bakat besar seperti Fajar membutuhkan pembinaan berkelanjutan agar mampu menembus level tertinggi dunia.
Penampilan Fajar di CIO 2026 bukan sekadar cerita tentang bocah lima tahun yang berani tampil di turnamen internasional. Ini adalah potret awal lahirnya generasi baru biliar Indonesia—yang bila dibina serius, bisa membawa Merah Putih bersinar di pentas global. (Ant/**)
































