Beranda Headline PBB: Serangan ke Iran Hapus Peluang Damai

PBB: Serangan ke Iran Hapus Peluang Damai

40
0

KITOUPDATE.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ia menilai langkah tersebut telah menyia-nyiakan peluang diplomasi yang tengah berjalan dalam perundingan nuklir antara Washington dan Teheran.

Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB, New York, Sabtu waktu setempat, Guterres menegaskan bahwa serangan itu terjadi di tengah momentum negosiasi yang sebenarnya masih terbuka.

Serangan militer tersebut berlangsung setelah putaran ketiga perundingan tidak langsung AS–Iran yang dimediasi Oman, serta menjelang rencana pembicaraan teknis di Wina, Austria, pekan depan. Pertemuan itu sedianya akan dilanjutkan dengan babak baru dialog politik.

“Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” ujar Guterres dalam pernyataan resminya yang dikutip dari ANTARA.

Ia mendesak seluruh pihak untuk segera melakukan deeskalasi dan menghentikan permusuhan.

“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, yang terjadi adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” tegasnya.

Guterres juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional, serta jaminan keamanan nuklir.

Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk Teheran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa dari kalangan sipil.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Di tengah eskalasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi gugur akibat serangan rudal di lokasi kerjanya. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas pemerintahan selama sepekan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan CBS News menyatakan bahwa perundingan dengan Iran “akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya” setelah serangan tersebut.

Pernyataan itu menuai sorotan di tengah kekhawatiran komunitas internasional atas potensi meluasnya konflik di Timur Tengah. (Inku/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini