Beranda Headline Avtur Melonjak, Harga Tiket Pesawat Dijaga 9–13 Persen

Avtur Melonjak, Harga Tiket Pesawat Dijaga 9–13 Persen

21
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Pemerintah berupaya menahan lonjakan harga tiket pesawat di tengah kenaikan harga avtur global yang menekan biaya operasional maskapai.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengakui kenaikan harga avtur dunia tidak terhindarkan dan menjadi faktor utama yang mendorong potensi kenaikan tarif penerbangan.

“Tidak bisa dipungkiri harga avtur dunia naik cukup signifikan, dan ini berdampak langsung terhadap harga tiket pesawat,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan pemerintah saat ini tengah mencari titik keseimbangan antara tekanan harga energi global dengan perlindungan daya beli masyarakat serta kelancaran mobilitas nasional.

Menurutnya, lonjakan tarif yang tidak terkendali berisiko menekan aktivitas ekonomi, mengingat sektor penerbangan berperan penting dalam pergerakan orang dan distribusi barang antarwilayah.

“Dampaknya jangan sampai terlalu besar terhadap masyarakat. Ini yang sedang kami jaga,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menargetkan kenaikan harga tiket pesawat domestik tetap terkendali di kisaran 9–13 persen, menyusul dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga avtur.

Untuk menahan lonjakan tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan.

Pertama, pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen untuk tiket kelas ekonomi yang berlaku selama dua bulan dan akan dievaluasi sesuai perkembangan geopolitik.

Kedua, insentif bea masuk 0 persen untuk komponen suku cadang pesawat guna menekan biaya operasional maskapai.

Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan batas atas fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar menjadi maksimal 38 persen untuk seluruh jenis pesawat, baik jet maupun baling-baling.

Kebijakan tersebut diproyeksikan mampu mendorong aktivitas ekonomi hingga 700 juta dolar AS per tahun, meningkatkan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,49 miliar dolar AS, serta menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja langsung. (Ant/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini