Beranda Nasional DEN Minta Reformasi Pasar Modal RI Dilanjutkan

DEN Minta Reformasi Pasar Modal RI Dilanjutkan

11
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meminta pemerintah melanjutkan reformasi pasar modal dan memperkuat penegakan aturan menyusul pengumuman terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Rekomendasi tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat ekonomi, termasuk Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu mengatakan, reformasi pasar modal yang telah berjalan perlu diteruskan, disertai penegakan aturan secara tegas oleh regulator.

“Kami memberi saran untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang memang sudah dijalankan dan melanjutkan enforcement oleh regulator yang memang juga sudah diumumkan,” kata Mari dalam konferensi pers seusai rapat, Selasa malam.

Menurut dia, peraturan perundang-undangan yang berlaku telah memberikan ruang bagi regulator untuk mengambil langkah tegas dalam menangani persoalan di pasar modal.

Sorotan MSCI terhadap klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut. Isu ini menempatkan reformasi dan penegakan aturan pasar modal sebagai perhatian pemerintah dalam menjaga kredibilitas pasar keuangan nasional.

 

DEN Pasok Data untuk Keputusan Presiden

Selain membahas pasar modal, DEN menyampaikan hasil kajian dan rekomendasi mengenai sejumlah isu strategis, mulai dari kesiapan ekonomi menghadapi fenomena El Nino dan La Nina, perlindungan sosial digital, percepatan hilirisasi, tata kelola distribusi bahan bakar minyak (BBM), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembahasan dilakukan dengan mengonfirmasi berbagai data bersama pejabat terkait, termasuk Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Menko Perekonomian.

Luhut mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap data ekonomi yang disampaikan DEN. Menurut dia, data yang akurat dan kredibel penting untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan pemerintah.

“Kami akan men-feeding Presiden dengan data-data yang akurat sehingga proses pengambilan keputusan Presiden nanti basisnya akan banyak dengan data,” ujar Luhut.

Ia berharap, penyediaan data yang terukur dapat membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih tepat dalam merespons tantangan ekonomi, termasuk persoalan tata kelola dan reformasi pasar modal.

Dengan demikian, rekomendasi DEN tidak hanya menyangkut respons terhadap pengumuman MSCI, tetapi juga penguatan kebijakan ekonomi berbasis data untuk mendukung stabilitas dan kredibilitas perekonomian nasional. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini