OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Ogan Komering Ilir, Mauliddini, S.KM secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pendataan Perpustakaan se-Kabupaten OKI.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya nyata dalam menyempurnakan data dan memperkuat pengelolaan berbagai jenis perpustakaan di seluruh wilayah guna mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten OKI dan dihadiri oleh para pengelola perpustakaan desa, perpustakaan kelurahan, perpustakaan sekolah, taman bacaan masyarakat, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait di lingkungan Kabupaten OKI.
Dalam sambutan pembukanya, Mauliddini, S.KM menegaskan bahwa pendataan perpustakaan bukan sekadar kegiatan administratif semata, melainkan fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembinaan dan pengembangan literasi yang tepat sasaran di Kabupaten OKI.
“Data yang lengkap, akurat, dan terbaru adalah kunci utama bagi kita untuk mengetahui sejauh mana jangkauan layanan perpustakaan kita, apa saja kebutuhan masyarakat, dan bagaimana kondisi ketersediaan bahan bacaan di setiap wilayah. Tanpa data yang baik, kebijakan yang kita susun tidak akan efektif sampai ke masyarakat,” ujar Mauliddini di hadapan para peserta sosialisasi. Rabu (21/10/2026)
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat tidak bisa naik secara instan. Perlu langkah sistematis, salah satunya dengan memetakan keberadaan, kondisi, dan kapasitas setiap perpustakaan yang ada di desa-desa maupun di lingkungan masyarakat luas.
“Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat adalah cerminan seberapa sadar dan terlayani kebutuhan masyarakat akan bacaan. Jika kita tahu di mana saja perpustakaan berada, berapa jumlah bukunya, siapa pengelolanya, dan berapa jumlah pengunjungnya, maka kita bisa menyusun program pembinaan yang spesifik, mulai dari pelatihan pengelola, bantuan buku, hingga pengembangan inovasi layanan perpustakaan,” jelas Mauliddini.
Kegiatan sosialisasi ini memuat sejumlah materi penting yang dipaparkan oleh para narasumber dari DKP Kabupaten OKI, antara lain:
– Mekanisme dan tata cara pendataan perpustakaan melalui sistem informasi perpustakaan nasional
– Jenis-jenis perpustakaan yang wajib didata meliputi perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, dan taman bacaan masyarakat
– Indikator pengukuran kinerja dan layanan perpustakaan
– Peran pengelola perpustakaan dalam meningkatkan minat baca di lingkungannya masing-masing
– Pentingnya pelaporan berkala guna menjaga kelengkapan dan keakuratan data
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Banyak pertanyaan yang diajukan terkait cara pengisian formulir pendataan, kendala yang sering dihadapi di lapangan, serta harapan agar dinas lebih intensif memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para pengelola perpustakaan di daerah terpencil.
Salah satu peserta yang merupakan pengelola Taman Bacaan Masyarakat dari salah satu desa di Kecamatan Lempuing menyampaikan, selama ini banyak taman bacaan yang belum terdata dengan baik sehingga sering terlewatkan dalam menerima bantuan buku maupun pelatihan. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan tersebut.
“Kami sangat senang diundang dalam kegiatan ini. Semoga setelah pendataan ini selesai, taman bacaan yang kami kelola bisa lebih dikenal, terdaftar resmi, dan mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah daerah,” ucapnya dengan semangat.
Kepala Bidang Perpustakaan pada DKP Kabupaten OKI yang turut hadir dalam kegiatan ini menambahkan, pendataan ini direncanakan akan selesai dalam kurun waktu dua bulan ke depan.
Hasil pendataan nantinya akan diolah menjadi basis data terpadu yang akan dijadikan acuan penyusunan program dan anggaran dinas pada tahun-tahun mendatang.
“Kami ingin tidak ada satu pun perpustakaan atau taman bacaan yang tertinggal dalam pendataan ini. Setiap sudut di Kabupaten OKI berhak mendapatkan layanan informasi dan bacaan yang memadai. Dengan data yang lengkap, kita bisa pastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat,” tegas Mauliddini.
Di akhir kegiatan, Mauliddini, S.KM berpesan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan informasi yang telah diperoleh kepada rekan-rekan pengelola di wilayah masing-masing.
Ia juga mengajak semua pihak untuk bersinergi, karena peningkatan literasi adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, pengelola perpustakaan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita jadikan pendataan ini sebagai awal yang baik. Perpustakaan adalah jendela dunia. Semakin banyak jendela yang kita buka dan semakin terawat jendela tersebut, semakin luas wawasan masyarakat kita. Dan masyarakat yang berliterasi adalah kunci masa depan Kabupaten OKI yang lebih maju, cerdas, dan beradab,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi pendataan perpustakaan ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan perpustakaan di lingkungannya, sekaligus menjadi langkah nyata Kabupaten OKI dalam berupaya terus meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat menuju peringkat yang lebih baik di tingkat Provinsi maupun Nasional. (Hendri)


































