Beranda Headline Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Radius 5 Km Ditutup

Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Radius 5 Km Ditutup

14
0

LAMPUNG–BANTEN, KITOUPDATE.COM — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (20/10/2026). Di tengah aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang warga, wisatawan, dan pendaki mendekati kawasan gunung api dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Larangan ini diberlakukan menyusul status Gunung Anak Krakatau yang berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi batas aman dan tidak melakukan aktivitas di kawasan terlarang demi menghindari ancaman erupsi.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan menjadi hal mutlak di tengah aktivitas vulkanik yang berlangsung sepanjang hari.

Berdasarkan laporan pos pengamatan, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.27 WIB dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi 3 menit 53 detik. Letusan kedua menyusul pada pukul 06.40 WIB dengan amplitudo maksimum 49 milimeter.

Aktivitas berlanjut pada siang hari. Erupsi ketiga tercatat pada pukul 12.28 WIB dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan durasi 28 detik.

Meski tiga erupsi tercatat dalam sehari, tinggi kolom abu tidak dapat diamati secara visual. Kondisi tersebut disebabkan sebaran abu dan perangkat CCTV di lapangan yang sempat tidak aktif.

 

Radius 5 Kilometer Jadi Zona Terlarang

Selain larangan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi, Badan Geologi juga menetapkan pembatasan khusus di sektor barat laut dan tenggara.

Warga dilarang memasuki wilayah dalam radius satu kilometer dari kemunculan pulau baru di sekitar kawasan tersebut.

Badan Geologi mengingatkan sejumlah potensi bahaya yang perlu diwaspadai, mulai dari lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava. Erupsi sekunder juga dapat terjadi akibat kontak material vulkanik bersuhu tinggi dengan air laut atau air hujan.

Masyarakat di pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Untuk memperoleh perkembangan aktivitas gunung api berdasarkan data visual dan instrumental, masyarakat dapat menghubungi Pusat Layanan Informasi Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten.

Badan Geologi mengimbau masyarakat mengutamakan keselamatan dan mengikuti rekomendasi resmi selama status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini