Beranda Ogan Kemering Ilir Camat SP Padang Tegaskan Kewaspadaan Karhutla di Seluruh Wilayah Desa

Camat SP Padang Tegaskan Kewaspadaan Karhutla di Seluruh Wilayah Desa

5
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Pemerintah Kecamatan Sirah Pulau Padang kembali mengadakan apel pagi rutin di halaman kantor kecamatan hari ini. Kegiatan yang dihadiri seluruh staf kecamatan, kepala desa serta perangkat desa se-kecamatan ini dipimpin langsung oleh Camat SP Padang, Indra Husin, S.Sos., M.Si.

Dalam arahannya, ia menekankan perlunya kesiapan penuh dan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang berpotensi meningkat seiring masuknya musim kemarau.

Indra menyebutkan, meskipun berdasarkan pemetaan risiko bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, wilayahnya termasuk dalam kategori daerah dengan tingkat kerawanan rendah tiap tahunnya namun hal itu tidak berarti boleh lengah sama sekali.

Ada dua wilayah desa yang tetap menjadi perhatian utama yaitu Desa Belanti dan Desa Ulak Jermun, di mana sebagian besar wilayahnya berupa lahan pertanian dan tanah gambut yang mudah terbakar saat kondisi kering.

“Walaupun baru terdapat 1 titik api untuk saat ini akan tetapi kita tidak boleh merasa aman saja hanya karena data menyatakan risikonya rendah. Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dan lebih kering, bahkan diperparah dampak fenomena El Niño. Puncak kondisi kering diprediksi terjadi pada bulan Agustus mendatang. Jika ada satu titik api yang tidak segera ditangani, dampaknya bisa menyebar dengan cepat dan merugikan banyak pihak, baik dari segi ekonomi, lingkungan maupun kesehatan masyarakat akibat kabut asap,” kata Indra dalam amanatnya. Senin (11/05/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten OKI sendiri telah menetapkan status siaga karhutla sejak tanggal 14 April lalu hingga akhir tahun 2026, mengikuti arahan pemerintah provinsi dan pusat yang juga telah mengaktifkan kembali Meja Penanggulangan Karhutla untuk mengkoordinasikan seluruh langkah penanganan secara terpadu.

Berkaitan dengan hal itu, Indra memberikan sejumlah arahan dan perintah tegas kepada seluruh pihak yang hadir:

– Seluruh kepala desa wajib segera membentuk satuan tugas penanggulangan karhutla di wilayahnya masing-masing, menetapkan titik pengawasan serta jalur evakuasi, dan memastikan perlengkapan penanganan api tersedia serta dalam keadaan baik.

– Melakukan patroli rutin terutama di wilayah yang menjadi perhatian, serta menyebarluaskan informasi dan imbauan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, membuang puntung rokok di tempat yang tidak sesuai, atau membuat api tanpa pengawasan yang cukup.

– Membangun sistem pelaporan yang cepat, di mana setiap warga, petugas atau siapa saja yang melihat tanda-tanda kebakaran harus segera melaporkannya ke perangkat desa, kantor kecamatan atau nomor darurat yang telah disediakan.

– Menguatkan kerja sama antar unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga warga, karena penanganan karhutla bukanlah tugas satu pihak saja melainkan tanggung jawab bersama.

“Upaya terbaik tetaplah pencegahan. Lebih baik kita bekerja keras mencegahnya daripada harus sibuk menangani saat kerusakan sudah terjadi. Mari kita jadikan keselamatan dan kesejahteraan warga serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama,” tutup Indra.

Kegiatan apel pagi hari ini berlangsung dengan khidmat dan tertib dan Seluruh peserta menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan seluruh arahan yang disampaikan demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini