OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Suasana penuh kebahagiaan dan kekhidmatan menyelimuti Desa Batu Ampar, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada hari Selasa, bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 26 Mei 2026 Masehi. Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua, berbondong-bondong mendatangi lokasi pelaksanaan Sholat Idul Adha yang dipusatkan di lapangan Masjid Jamik Al-Muttaqin Desa Batu Ampar.
Antusiasme yang sangat tinggi terlihat jelas sejak pagi hari, di mana warga sudah mulai berdatangan dengan mengenakan pakaian terbaik dan seragam yang rapi, membawa semangat ibadah yang luar biasa dalam menyambut Hari Raya Qurban.
Jauh sebelum waktu pelaksanaan sholat dimulai, lokasi sudah dipadati oleh jamaah yang tertib berbaris membentuk shaf yang rapi dan lurus. Semangat kebersamaan tampak terasa kental di udara, di mana saling sapa dan ucapan selamat bergema di antara warga.
Tidak hanya laki-laki, kaum perempuan juga turut berpartisipasi dengan antusias, menempati tempat yang telah disediakan secara terpisah namun tetap menjadi bagian dari kemeriahan ibadah tersebut. Kehadiran warga yang sangat banyak ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keagamaan masih sangat melekat dan hidup kuat di tengah kehidupan masyarakat Desa Batu Ampar.
Kepala Desa Batu Ampar, M.Syukri dalam sambutannya usai pelaksanaan sholat, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas partisipasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh warga. Ia menilai, tingginya antusiasme ini merupakan cerminan dari kesadaran beragama yang tinggi serta rasa cinta dan kepedulian warga terhadap nilai-nilai luhur ajaran Islam.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Batu Ampar yang telah hadir dan melaksanakan ibadah ini dengan tertib dan khusyuk. Kehadiran saudara-saudara sekalian adalah bukti bahwa ikatan persaudaraan dan keimanan kita tetap kokoh berdiri,” ujar Syukri.
Lebih lanjut, Kepala Desa Batu Ampar berpesan agar momen peringatan Hari Raya Idul Adha ini tidak hanya dirayakan dalam bentuk ibadah semata, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus ditanamkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, ajaran Islam mengajarkan kebaikan, kejujuran, kepedulian, dan ketaatan, yang semuanya harus menjadi pedoman dalam bertindak dan berperilaku, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam bermasyarakat luas.
“Mari kita jadikan momen Idul Adha ini sebagai titik tolak untuk semakin memperkuat iman dan taqwa kita. Tanamkanlah selalu nilai-nilai Islam dalam setiap langkah dan tindakan kita. Jadikan ajaran agama ini sebagai cahaya yang menuntun kita menuju kehidupan yang lebih baik, damai, dan sejahtera,” tegas Syukri.
Selain itu, Kepala Desa juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi serta kebersamaan yang sudah terjalin baik selama ini di antara warga desa. Ia menekankan bahwa kekuatan utama Desa Batu Ampar terletak pada persatuan dan kerukunan antarwarga. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika kehidupan, persaudaraan yang erat menjadi pondasi agar desa ini tetap maju, aman, dan damai.
“Jangan pernah biarkan ikatan persaudaraan ini terputus atau melemah. Teruslah menjaga silaturahmi, saling mengunjungi, saling membantu, dan saling menguatkan satu sama lain. Kebersamaan kita adalah kekuatan terbesar kita untuk membangun desa ini menjadi lebih maju dan sejahtera bagi kita semua,” harap Syukri.
Pada kesempatan yang sama, Khatib yang memimpin rangkaian khutbah Idul Adha, Ustadz M. Zuhud Alishom, menyampaikan pesan-pesan yang sangat menyentuh hati dan mendalam mengenai makna sesungguhnya dari peringatan Hari Raya Qurban.
Dalam khutbahnya, ia menguraikan kisah keteladanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan putranya Nabi Ismail Alaihi Salam sebagai bentuk ketaatan mutlak kepada perintah Allah SubhanAllahu wa ta’ala.
Kisah tersebut, menurut Khatib, mengandung makna pengorbanan, keikhlasan, dan keyakinan yang tak tergoyahkan, yang menjadi inti dari perayaan Idul Adha.
“Idul Adha bukan sekadar tentang penyembelihan hewan qurban, melainkan tentang menyembelih keinginan diri sendiri, menyembelih sifat egois, dan menyembelih segala hal yang dapat menjauhkan kita dari Allah SWT. Makna qurban adalah makna pengorbanan, yaitu rela memberikan apa yang kita cintai demi menaati perintah Allah dan demi kebaikan sesama manusia,” ungkap Ustadz Zuhud dengan nada yang menyentuh perasaan seluruh jamaah yang hadir.
Khatib juga mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali makna berbagi yang terkandung dalam ibadah qurban. Ia menjelaskan bahwa daging qurban yang dibagikan kepada yang berhak, terutama kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan, adalah wujud nyata dari rasa kasih sayang dan kepedulian antar sesama makhluk Allah.
Hal ini sejalan dengan semangat persaudaraan Islam yang mengajarkan agar tidak ada warga yang tertinggal atau kekurangan, serta terciptanya rasa keadilan sosial di tengah masyarakat.
“Melalui peringatan Idul Adha ini, mari kita bangkitkan kembali rasa empati dan kepedulian kita. Bahwa rezeki yang kita miliki sebagian adalah hak bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Berbagi bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan menuju keberkahan hidup dan penguatan persaudaraan. Semoga kita semua dapat meneladani sifat-sifat mulia para nabi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Desa Batu Ampar senantiasa diberkahi Allah SWT dengan kedamaian, kemajuan, dan kebersamaan yang abadi,” pungkas Ustadz Zuhud, mengakhiri khutbahnya yang disambut dengan tepuk tangan dan ucapan syukur dari seluruh jamaah.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Desa Batu Ampar berjalan dengan lancar, aman, dan tertib hingga selesai. Usai rangkaian ibadah, suasana semakin hangat dengan adanya pembagian daging qurban kepada warga yang berhak, sekaligus menjadi bukti nyata pelaksanaan ajaran berbagi yang menjadi inti dari peringatan hari raya yang suci ini.
Kegiatan ini menjadi momen berharga yang semakin mempererat ikatan batin, persatuan, dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Desa Batu Ampar, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI. (Hendri)


































