OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Tenaga Ahli (TA) Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui jajaran Pendamping Desa di Kecamatan SP Padang menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan monitoring tahap I menjadi langkah strategis dan sangat penting dalam memastikan seluruh rangkaian program berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan bebas dari penyimpangan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Pendamping Desa Kecamatan SP Padang, H. Iskandar Dinata, SH., yang akrab disapa Kandar.
Menurutnya monitoring tahap I dilaksanakan sejak awal dimulainya pelaksanaan kegiatan, mulai dari penyaluran bantuan, pelaksanaan program, hingga proses pembangunan fisik maupun non-fisik di tingkat desa.
Berbeda dengan evaluasi akhir yang hanya melihat hasil, monitoring tahap I berfungsi sebagai pengawasan dini untuk mendeteksi sejak dini jika terdapat kendala, kesalahan prosedur, atau penyimpangan dalam pelaksanaan.
“Monitoring tahap I bukan sekadar memeriksa laporan tertulis, melainkan turun langsung ke lapangan untuk melihat bagaimana penyaluran bantuan diterima masyarakat, apakah program dijalankan sesuai kesepakatan musyawarah desa, dan apakah pembangunan berjalan sesuai standar teknis yang ditetapkan,” jelas Kandar. Senin (08/06/2026)
Lebih lanjut dijelaskannya, tujuan utama pelaksanaan monitoring tahap I meliputi:
1. Memastikan ketepatan sasaran
Bantuan dan program harus diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan sesuai kriteria yang telah disepakati bersama.
2. Menjaga kesesuaian perencanaan
Pelaksanaan tidak boleh menyimpang dari dokumen rencana kerja dan anggaran yang telah disetujui.
3. Mendeteksi kendala sejak awal:
Jika ada masalah seperti keterlambatan penyaluran, hambatan teknis pembangunan, atau kurangnya pemahaman masyarakat, dapat segera dicarikan solusi sebelum berkembang menjadi masalah besar.
4. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi
Proses yang terbuka dan terawasi sejak awal akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dan program yang dijalankan.
5. Memberikan bimbingan teknis
Tim pendamping dapat langsung memberikan arahan jika ditemukan kesalahan dalam cara pelaksanaan kegiatan.
Kandar menambahkan, sedangkan dalam pelaksanaannya, monitoring tahap I mencakup seluruh aspek kegiatan, antara lain:
– Penyaluran bantuan sosial dan ekonomi
Meliputi Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT DD) dipantau apakah prosesnya terbuka dan diserahkan secara langsung kepada penerima.
– Pelaksanaan program pemberdayaan
Seperti pelatihan Digitalisasi dan Pemuktahiran Data yang dipantau kehadiran peserta dan kesesuaian materi dengan kebutuhan.
– Pembangunan fisik
Seperti pembangunan jalan desa, irigasi, balai pertemuan, atau fasilitas umum lainnya yang dipantau ketersediaan bahan, cara pengerjaan, dan kesesuaian volume dengan anggaran.
– Pengelolaan administrasi
Memastikan seluruh dokumen, bukti penyaluran, dan catatan kegiatan disusun dengan rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Akhirnya TA P3MD OKI melalui pendamping Desa berharap seluruh perangkat desa dan masyarakat dapat menyikapi kegiatan monitoring ini secara positif, bukan sebagai bentuk kecurigaan, melainkan sebagai upaya bersama agar setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kemajuan desa.
“Monitoring adalah bentuk tanggung jawab kita bersama. Semakin awal kita memeriksa dan memperbaiki, semakin besar peluang program ini berhasil dan membawa perubahan yang baik bagi warga Kecamatan SP Padang,” tutup Kandar.
Dengan dilaksanakannya monitoring tahap I secara konsisten dan menyeluruh, diharapkan seluruh program P3MD dan pembangunan desa di wilayah ini dapat berjalan lancar, berkualitas, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (Hendri)
































