Beranda Ogan Kemering Ilir Cegah Salah Sasaran, Data PBI BPJS Dicek Langsung

Cegah Salah Sasaran, Data PBI BPJS Dicek Langsung

72
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Pemerintah mulai menggelar verifikasi lapangan (ground check) data penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan subsidi BPJS benar-benar tepat sasaran.

Kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran Kementerian Sosial RI Nomor 396/3.3/DI.14/2/2026 tertanggal 25 Februari 2026, yang menugaskan ASN PPPK Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan, khususnya pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), sebagai ujung tombak pelaksanaan di lapangan.

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), proses ground check kini mulai berjalan. Pendamping PKH turun langsung ke rumah warga untuk memverifikasi data kepesertaan BPJS PBI, terutama yang berstatus nonaktif.

Ketua Tim Pendamping PKH Kecamatan SP Padang, Tri Nopawan, menegaskan bahwa tahapan ini krusial dalam menyaring kembali penerima bantuan agar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

“Ini bagian dari gerakan nasional. Tujuannya memastikan subsidi jaminan kesehatan benar-benar diterima masyarakat yang layak,” ujar Tri, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, verifikasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, domisili, hingga status kesehatan. Pendamping juga mengumpulkan data terbaru terkait pekerjaan, pendidikan, hingga kepemilikan aset.

“Ground check ini penting untuk menghasilkan data objektif dan bisa dipertanggungjawabkan, khususnya bagi peserta PBI yang statusnya sudah tidak aktif,” tegasnya.

Hasil verifikasi lapangan tersebut nantinya akan diintegrasikan ke dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagai basis pembaruan data program perlindungan sosial secara nasional.

Proses pendataan mencakup tiga aspek utama, yakni verifikasi kondisi sosial ekonomi, akurasi domisili, serta evaluasi kelayakan penerima bantuan.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap kualitas data jaminan kesehatan semakin akurat, sehingga penyaluran subsidi BPJS tidak lagi salah sasaran.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan bantuan benar-benar tepat guna, berbasis data yang valid dan sesuai kondisi di lapangan,” pungkas Tri. (Hendri/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini