Beranda Headline Delapan Kandidat Maju, Pasutri Jadi Sorotan di Muscab PKB OKI

Delapan Kandidat Maju, Pasutri Jadi Sorotan di Muscab PKB OKI

27
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (18/4/2026), menghadirkan dinamika menarik.

Sorotan utama bukan hanya pada banyaknya kandidat, tetapi munculnya pasangan suami istri yang sama-sama maju memperebutkan kursi Ketua DPC.

Muscab yang digelar di Aula Hotel Dinasti Kayuagung ini awalnya diikuti lima kandidat internal. Namun, setelah Ketua DPP PKB, A. Halim Iskandar, membuka ruang usulan dari tingkat bawah, jumlah kandidat bertambah menjadi delapan orang.

Tiga nama tambahan muncul dari usulan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), yakni Harimandani (DPAC Tanjung Lubuk), Ayu Monaria (DPAC Pedamaran), dan Suwarsono (DPAC Teluk Gelam).

Total kandidat yang akan bersaing yakni: HM Djakfar Shodiq (Ketua DPC sekarang -red), Farid Hadi Sasongko (Ketua DPRD Kabupaten OKI), RA Ludfiatunnada, Purwaningrum Meri, Kenedy, Harimandani, Ayu Monaria, dan Suwarsono.

Dari delapan nama tersebut, perhatian tertuju pada Harimandani, yang saat ini menjabat Sekretaris DPC PKB OKI dan Ayu Monaria anggota DPRD OKI yang tak lain adalah istrinya sendiri. Keduanya sama-sama diusung oleh DPAC dan kini harus berkompetisi dalam kontestasi internal partai.

Fenomena ini menjadi warna tersendiri dalam Muscab PKB OKI, sekaligus mencerminkan terbukanya ruang demokrasi internal hingga ke lingkup keluarga kader.

Ketua DPP PKB, A. Halim Iskandar, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menyalahi aturan partai. Ia menyebut siapa pun berhak dicalonkan selama mendapat dukungan dari struktur di bawah.

“Tidak ada masalah. Bahkan kalau mau mengusulkan diri sendiri juga boleh,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia juga menjelaskan bahwa Muscab merupakan agenda konsolidasi struktural lima tahunan yang kini dilakukan dengan pendekatan berbeda, yakni menggabungkan usulan akar rumput dengan pemetaan dari DPP.

Menurutnya, seluruh kandidat yang muncul tidak otomatis ditetapkan sebagai ketua. Mereka akan menjalani tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebelum keputusan akhir ditentukan oleh DPP PKB.

“Nama-nama ini merupakan usulan dari ranting dan PAC serta kekuatan kultural. Setelah ditetapkan dalam Muscab sebagai calon, mereka akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, dan keputusan akhir ada di DPP,” jelasnya.

Disisi lain, beberapa Kader PKB ketika diminta pendapat mengatakan, dengan mekanisme tersebut, persaingan menuju kursi Ketua DPC PKB OKI dipastikan tidak hanya ditentukan oleh popularitas di tingkat bawah, tetapi juga kapasitas dan kemampuan manajerial para kandidat.

Ada juga yang berpendapat, skema ini menegaskan bahwa pertarungan sesungguhnya belum berakhir di arena Muscab. Justru, tahap seleksi di tingkat pusat yang akan menjadi penentu akhir.

Kemudian pendapat lainnya, apakah rivalitas dalam satu rumah tangga itu akan berujung pada kemenangan salah satunya, atau justru melahirkan dinamika baru di internal PKB OKI. (Eko Saputra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini