Beranda Headline Indonesia Alihkan Pasokan Energi ke Rusia

Indonesia Alihkan Pasokan Energi ke Rusia

5
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Pemerintah mulai menggeser strategi pasokan energi nasional dengan membuka keran impor dari Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut pengiriman minyak mentah (crude) dari Rusia ditargetkan mulai masuk ke Indonesia pada April 2026.

“Untuk crude, insyaallah bulan-bulan ini bisa mulai dikirim,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Tak hanya minyak mentah, pemerintah juga tengah memfinalisasi rencana impor LPG dari Rusia. Namun, besaran porsi impor tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Bahlil mengungkapkan, kebutuhan LPG nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 10 juta ton. Sementara produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 1,6 juta ton, sehingga sekitar 8,4 juta ton harus dipenuhi melalui impor.

Selama ini, ketergantungan impor LPG Indonesia cukup tinggi terhadap Amerika Serikat yang menyuplai sekitar 70–75 persen. Sisanya berasal dari Timur Tengah sekitar 20 persen, serta negara lain seperti Australia.

Namun dinamika geopolitik global mulai mengganggu stabilitas pasokan. Serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah, termasuk milik Saudi Aramco, disebut berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia.

“Kalau fasilitas energi terkena serangan, pasti berpengaruh secara global,” kata Bahlil.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan diversifikasi sumber energi dengan menjajaki Rusia sebagai alternatif pemasok minyak mentah dan LPG.

Kerja sama ini merupakan hasil negosiasi sektor energi dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM ke Rusia pada 13 April 2026.

“Dalam pertemuan dengan pemerintah Rusia, kita sudah sepakat mendapat dukungan suplai crude. Ini bagian dari strategi diversifikasi, tidak hanya dari satu negara,” jelasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Harus ada diversifikasi agar pasokan tetap andal,” tegas Bahlil. (Net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini