Beranda Nasional Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Nasib UMKM

Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Nasib UMKM

7
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani menilai lonjakan harga plastik yang terjadi saat ini dapat menjadi titik balik menuju penggunaan kemasan ramah lingkungan berbasis bahan alami.

Meski mengakui plastik masih menjadi pilihan utama karena praktis, Puan menegaskan dampak ekologisnya sangat besar dan tidak bisa diabaikan.

“Kenaikan harga plastik ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk beralih ke ekonomi hijau,” ujarnya di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kenaikan harga dan terbatasnya pasokan plastik justru paling dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor makanan dan minuman yang selama ini bergantung pada kemasan sekali pakai.

Lonjakan harga yang signifikan membuat margin usaha kian tertekan, bahkan berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha kecil.

Sebagai solusi, Puan mendorong kembalinya penggunaan kemasan berbasis kearifan lokal, seperti daun pisang atau daun jati, yang dulu lazim digunakan masyarakat.

Ia mencontohkan praktik di sejumlah daerah di Jawa Tengah, di mana makanan seperti nasi liwet, gudeg, hingga mi tradisional masih dibungkus dengan bahan alami.

Selain lebih ramah lingkungan, kemasan organik dinilai memiliki nilai tambah—mulai dari menjaga kualitas makanan hingga memberikan aroma khas.

“Penggunaan bahan organik tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga bisa meningkatkan nilai jual produk,” katanya.

Lebih jauh, ia menilai langkah ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam pengurangan limbah dan pelestarian lingkungan.

Puan juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah melalui regulasi, sistem distribusi, serta edukasi publik agar transisi ke kemasan ramah lingkungan berjalan efektif.

Ia meminta kementerian terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Pertanian, Perdagangan, hingga Ekonomi Kreatif untuk berkolaborasi menghadirkan solusi alternatif bagi pelaku usaha.

“Jika didukung sistem yang matang, bukan tidak mungkin kemasan organik bisa menggantikan plastik sekali pakai,” tegasnya. (Net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini