JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah mengakuisisi sebagian saham sejumlah perusahaan aplikator ojek online (ojol). Langkah ini ditempuh untuk menekan potongan komisi yang selama ini dinilai memberatkan pengemudi.
Dasco menyebut, melalui keterlibatan pemerintah dalam kepemilikan saham, kebijakan aplikator akan disesuaikan secara bertahap. Prioritas utama adalah menurunkan potongan komisi dari kisaran 10–20 persen menjadi hanya delapan persen.
“Yang paling utama adalah menurunkan biaya yang diambil aplikator. Dari sebelumnya 10 sampai 20 persen, ditargetkan menjadi delapan persen,” ujar Dasco usai menerima audiensi aliansi serikat buruh di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
Terkait status hubungan kerja antara pengemudi dan aplikator, Dasco mengatakan pembahasannya masih dalam tahap simulasi. Pemerintah, kata dia, akan melibatkan organisasi pengemudi ojol dalam proses perumusan kebijakan tersebut.
“Organisasi pengemudi akan diajak berdialog dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur pemangkasan potongan pendapatan aplikator menjadi maksimal delapan persen.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, Presiden menegaskan kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan kepada para pengemudi ojol.
“Saya tidak setuju potongan 10 persen. Harus di bawah itu,” tegas Prabowo.
Ia menilai skema pembagian hasil yang berlaku selama ini belum mencerminkan keadilan, mengingat tingginya risiko kerja yang dihadapi pengemudi di lapangan. (Ant/**)


































