Beranda Ogan Kemering Ilir Disdik dan Dinsos OKI Perkuat Kolaborasi Peduli Anak Yatim Piatu serta Anak...

Disdik dan Dinsos OKI Perkuat Kolaborasi Peduli Anak Yatim Piatu serta Anak Terlantar

7
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial memperkuat kolaborasi dalam upaya meningkatkan kepedulian dan perlindungan terhadap anak yatim piatu serta anak terlantar. Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah Kabupaten OKI untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak dasar, terutama hak atas pendidikan, perlindungan sosial, dan perhatian yang layak.

Hal tersebutlah yang dilaksanakan oleh Disdik dan Dinsos Kabupaten OKI disalah satu sekolah yang terdapat di kelurahan Tanjung Rancing Kecamatan Kayuagung dikarenakan menurut informasi dari informasi dari Pemerintah Kelurahan dan Masyarakat Tanjung Rancing terdapat seorang anak yatim piatu yang hanya tinggal seorang diri dirumahnya, anak tersebut bernama Natasya yang bersekolah di SD Negeri 1 Tanjung Rancing.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pendataan, pendampingan, serta pemberian bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan seperti Natasya. Dinas Pendidikan berperan dalam memastikan anak yatim piatu dan anak terlantar tetap memperoleh akses pendidikan, baik melalui dukungan administrasi sekolah, bantuan perlengkapan belajar, maupun pemantauan keberlanjutan pendidikan mereka.

Sementara itu, Dinas Sosial berfokus pada aspek perlindungan dan kesejahteraan sosial, termasuk pendampingan keluarga, penyaluran bantuan sosial, serta rujukan layanan bagi anak-anak yang memerlukan penanganan khusus. Sinergi kedua instansi ini diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Muhammad Refly, S.Sos,.MM menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali. Menurutnya, anak yatim piatu dan anak terlantar harus mendapatkan perhatian lebih agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi atau kondisi keluarga. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan mereka tetap berada dalam lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung,” tutur Refly. Sabtu (02/05/2026).

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial, Dwi M Zulkarnain, SH,.M.Si menegaskan bahwa penanganan anak yatim piatu dan anak terlantar membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Ia menyebut, kepedulian terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat, sekolah, lembaga sosial, dan berbagai pihak terkait.

“Anak-anak ini membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan perlindungan. Dengan kolaborasi ini, kami berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu mendorong kemandirian dan masa depan yang lebih baik bagi mereka,” tegas Dwi.

Program kolaboratif ini juga akan melibatkan sekolah-sekolah dalam melakukan identifikasi anak yang membutuhkan perhatian khusus. Guru dan pihak sekolah diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi awal, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Kadinsos melanjutkan, selain bantuan pendidikan dan sosial, kegiatan kepedulian juga direncanakan dalam bentuk pembinaan karakter, motivasi belajar, layanan konseling, serta kegiatan sosial yang melibatkan komunitas dan masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat membangun rasa percaya diri anak-anak serta memberikan dukungan emosional bagi mereka.

“Pemerintah daerah kabupaten OKI terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang peduli terhadap anak yatim piatu dan anak terlantar. Dengan adanya sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan tidak ada anak yang merasa sendiri dalam menghadapi masa depannya” tutup Dwi.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata bahwa kepedulian sosial dan pendidikan harus berjalan beriringan yang selaras pula dengan program prioritas Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki yang menekankan agar anak-anak yang berada dalam kondisi rentan perlu mendapatkan perhatian bersama agar mereka tetap memiliki harapan, kesempatan, dan ruang untuk tumbuh menjadi generasi yang berdaya. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini