Beranda Ogan Kemering Ilir Disdik OKI Terima Kunjungan Komisi IV DPRD Palembang, Ini yang Dibahas

Disdik OKI Terima Kunjungan Komisi IV DPRD Palembang, Ini yang Dibahas

5
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Langkah strategis demi mewujudkan sistem penerimaan siswa baru yang teratur, adil dan terstandarisasi Dinas Pendidikan OKI Menerima Kunjungan dari Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang.

Bertempat di Ruangan Kerja Kepala Dinas Pendidikan OKI rombongan pimpinan dan anggota komisi yang membidangi urusan pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan itu melaksanakan kunjungan kerja resmi ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Dalam kunjungan ini sendiri dihadiri langsung oleh Ketua Komisi dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Palembang antara lain, M Normansyah, S.Si, M. Aris Al Kautsar, SE, M. Sholatudin, ST, Hj. Yuriana, S.Sos, Duta Wijaya Sakti, SH, Ahmad Nawawi, M. Firdaus, SH,.MH, Harya Pratystha Endri, Wahyu Aziz Saputra. W, STP beserta staf komisi lainnya.

Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran informasi serta penyelarasan kebijakan seputar pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026 mendatang.

Kedatangan rombongan Komisi IV DPRD Kota Palembang ini sendiri disambut secara hangat dan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI beserta seluruh jajaran pejabat utama dan staf terkait di ruang rapat utama kantor Dinas Pendidikan OKI.

Suasana pertemuan berlangsung akrab namun tetap serius, mencerminkan komitmen kedua pihak untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman demi kemajuan dunia pendidikan di wilayah masing-masing maupun di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan secara keseluruhan.

Ketua rombongan Komisi IV DPRD Kota Palembang, M Normansyah, S.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar kunjungan protokoler, melainkan bentuk kepedulian dan upaya nyata untuk mempererat jalinan koordinasi antar instansi pengelola pendidikan.

Mereka menyadari bahwa tantangan dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru memiliki kemiripan di berbagai daerah, mulai dari pengaturan zonasi, pengelolaan daya tampung sekolah hingga menjamin setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan setara.

“Oleh karena itu, kami hadir di sini untuk mempelajari pola pelaksanaan yang diterapkan di Kabupaten OKI, serta menyampaikan juga pengalaman dan kebijakan yang kami susun di Kota Palembang, sehingga bisa saling melengkapi dan menyempurnakan aturan yang ada,” ujarnya.

Dalam sesi pembahasan yang berlangsung cukup lama, kedua belah pihak mengupas tuntas berbagai aspek teknis dan kebijakan SPMB 2026.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus diskusi meliputi tata cara pendaftaran baik secara daring maupun luring, penetapan wilayah zonasi yang disesuaikan dengan penyebaran fasilitas pendidikan dan kepadatan penduduk, perhitungan daya tampung setiap satuan pendidikan mulai dari jenjang dasar hingga menengah, serta langkah-langkah strategis untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan di wilayah yang terpencil maupun kurang terlayani.

Selain itu, dibahas pula upaya menjamin transparansi seluruh tahapan proses agar terhindar dari berbagai permasalahan dan keluhan masyarakat, serta memastikan seluruh ketentuan yang diterapkan sejalan dengan peraturan pemerintah pusat maupun daerah yang berlaku.

“Terima Kasih kami telah disambut hangat disini, sungguh luar biasa kita bisa berbagi dan banyak ilmu yang kita dapatkan dari OKI mulai inovasi dalam dunia pendidikan, mekanisme, dan transparansi yang ada semuanya sangat mengagumkan, semoga kita semua setelah acara ini selesai dapat menerapkan yang terbaik dalam dunia pendidikan dalam wilayah kerja atau daerah masing-masing” tegas Normansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI Muhammad Refly, S.Sos,.M.Si dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif kunjungan kerja ini.

Ia menilai pertemuan semacam ini sangat bernilai karena membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antar wilayah pemerintahan.

“Bagi kami, kedatangan rekan-rekan dari Komisi IV DPRD Kota Palembang adalah kesempatan emas. Kita bisa saling berbagi solusi atas kendala yang sama-sama kita hadapi, menyatukan pandangan demi kebijakan yang lebih tepat sasaran, dan pada akhirnya memberikan manfaat langsung bagi seluruh warga masyarakat, terutama bagi anak-anak yang akan memulai atau melanjutkan pendidikan mereka. Kami berharap sinergi yang terjalin hari ini tidak berhenti sampai di sini, namun terus berlanjut dalam berbagai program dan kegiatan pendidikan lainnya di masa mendatang,” pungkas Refly.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk terus menjaga komunikasi, saling menginformasikan perkembangan kebijakan terbaru serta saling mendukung dalam pelaksanaan program pendidikan.

Harapan utamanya, penyelenggaraan SPMB tahun 2026 nanti dapat berjalan lancar, bebas dari kendala berarti, dan benar-benar menjadi sarana untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang adil dan berkualitas bagi seluruh generasi muda. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini