JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan investigasi internal terkait dugaan penggelembungan harga atau markup pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat rampung dalam waktu maksimal tiga pekan.
Langkah cepat itu diambil menyusul sorotan publik terhadap nilai pengadaan yang dinilai tidak wajar dan terlalu mahal.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemensos kini tengah mendalami seluruh dokumen dan bukti yang dianggap cukup kuat untuk ditelusuri lebih lanjut.
“Kami tindak lanjuti yang dokumen dan buktinya cukup. Kami berikan kesempatan kepada Irjen untuk mendalami dengan baik. Target pendalaman ini paling lama tiga minggu. Insya Allah awal bulan depan hasilnya sudah bisa disampaikan,” kata Saifullah Yusuf usai memimpin Apel Ikrar Anti Korupsi di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin.
Sebagai langkah awal, Kemensos telah membebastugaskan dua pejabat yang terkait langsung dengan proses pengadaan, yakni Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Satker Sekretariat Jenderal serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara.
Menurut Mensos, investigasi tidak hanya menyasar pengadaan yang telah berjalan pada 2025, tetapi juga proses pengadaan yang sedang berlangsung untuk tahun anggaran 2026.
Ia memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan bersikap kooperatif dan siap menjalani audit menyeluruh.
“Nanti setelah ada laporan lengkap dari Pak Irjen, akan ada evaluasi dan hasil investigasi. Semuanya akan kita tindak lanjuti, apakah dengan sanksi internal atau kita teruskan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.
Selain melakukan investigasi internal, Kemensos juga meminta pendampingan dan masukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi guna memperbaiki tata kelola pengadaan barang dan jasa, termasuk dari sisi kualitas SDM hingga sistem perencanaan.
“Masukan dari KPK banyak sekali dan akan kita tindak lanjuti. Saat ini kami mengevaluasi perencanaannya, baru kemudian dilanjutkan ke pengadaannya. Ini bagian dari pencegahan dini sekaligus bentuk apresiasi kami terhadap kritik dan masukan masyarakat,” kata Saifullah Yusuf. (Ant,/**)


































