OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Transformasi digital kini tidak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat pedesaan. Langkah pembaruan sistem pengelolaan informasi dan data terus didorong pemerintah melalui program pendampingan desa, guna mempercepat pembangunan yang merata dan tepat sasaran.
Hal tersebutlah yang disampaikan oleh Iskandar Dinata atau yang lebih akrab di panggil Kandar selaku Pendamping Desa Kecamatan SP Padang saat berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan SP Padang di ruangan Kerja Kasi PMD Kecamatan SP Padang yang membahas mengenai pentingnya digitalisasi serta pemuktahiran data desa sebagai fondasi utama kemajuan wilayah pedesaan.
Menurutnya Penyampaian Informasi ini sangatlah penting bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman dari seluruh seluruh mengenai bagaimana pengelolaan data yang akurat dan berbasis teknologi dapat mengubah wajah pembangunan desa ke arah yang lebih baik dan transparan.
Iskandar Dinata, menyampaikan bahwa selama ini, banyak perencanaan pembangunan di tingkat desa kurang tepat sasaran karena didasari oleh data yang belum lengkap, usang, atau tidak akurat.
“Data adalah nyawa dari setiap perencanaan. Jika data yang kita miliki salah atau tidak terbaru, maka kebijakan dan alokasi anggaran yang kita susun pun akan meleset dari kebutuhan masyarakat,” ujar Kandar. Selasa (19/05/2026).
Ia menjelaskan, manfaat utama dari digitalisasi dan pemuktahiran data desa adalah tersedianya informasi yang lengkap, akurat, dan terkini mengenai potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kondisi sosial ekonomi, hingga aset-aset yang dimiliki desa.
“Dengan sistem digital, data tidak lagi hanya tersimpan dalam tumpukan berkas fisik yang rawan rusak, hilang, atau sulit diakses, melainkan tersimpan dalam sistem yang terorganisir dan dapat diperbarui sewaktu-waktu” ungkap Kandar.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa data yang telah dimutakhirkan dan terdigitalisasi akan sangat memudahkan pemerintah desa dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) maupun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa). Perencanaan pembangunan tidak lagi didasarkan pada asumsi atau dugaan, melainkan berbasis pada fakta dan kebutuhan riil warga. Hal ini membuat penggunaan Dana Desa dan anggaran pendapatan belanja desa menjadi jauh lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
“Contoh nyatanya, dengan data kependudukan dan data kemiskinan yang akurat, kita bisa mengetahui persis siapa saja warga yang berhak menerima bantuan sosial, siapa yang membutuhkan pelatihan kerja, atau di mana lokasi yang paling membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan dan lain sebagainya. Tidak ada lagi tumpang tindih penerima bantuan atau pembangunan fasilitas yang ternyata tidak diperlukan warga,” jelas Kandar.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kasi PMD Kecamatan SP Padang, Ali Antoni, yang menyatakan selain untuk perencanaan, digitalisasi data juga berperan besar dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa. Masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai aset desa, penggunaan anggaran, hingga hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.
“Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa serta meminimalisir risiko penyalahgunaan wewenang atau penyimpangan keuangan” tegas Ali Antoni.
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti manfaat dari sisi pengembangan potensi desa. Melalui data digital yang lengkap mengenai potensi desa, seperti hasil pertanian, kerajinan lokal, hingga destinasi wisata, desa akan lebih mudah mempromosikan keunggulannya ke luar. Hal ini membuka peluang kerja sama, investasi, serta pemasaran produk unggulan desa yang lebih luas hingga ke pasar daerah maupun nasional.
Akhirnya ia pun mengajak seluruh pemerintah desa dan masyarakat untuk bersinergi dalam melengkapi dan memperbarui data secara berkala. Transformasi ini, menurutnya, memerlukan dukungan semua pihak agar desa tidak tertinggal dalam arus kemajuan teknologi dan mampu bersaing secara mandiri.
“Digitalisasi dan pemuktahiran data bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan langkah strategis agar pembangunan desa kita tepat sasaran, cepat, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga. Desa yang memiliki data baik adalah desa yang siap maju dan mandiri,” tutup Ali. (Hendri)


































