Beranda PALI Harga Elpiji 3 Kg Melambung, Pemkab PALI dan Aparat Tutup Mata?

Harga Elpiji 3 Kg Melambung, Pemkab PALI dan Aparat Tutup Mata?

4
0

PALI, KITOUPDATE.COM – Jeritan masyarakat kecil akibat kelangkaan dan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, semakin memprihatinkan. Gas melon yang merupakan barang subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah itu bahkan dilaporkan sempat dijual hingga mencapai Rp35.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Fakta tersebut terungkap dari hasil wawancara dengan sejumlah ibu rumah tangga di kawasan Pasar Bhayangkara, RT 01 RW 01, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Sabtu (6/6/2026).

“Dulu malah pernah sampai Rp35.000 per tabung, sekitar empat bulan yang lalu,” ungkap salah seorang warga di kawasan Simpang Raja dengan nada kecewa.

Saat ini, harga elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer masih berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per tabung. Meski sedikit lebih rendah dibanding beberapa bulan lalu, angka tersebut tetap dinilai memberatkan masyarakat, mengingat HET yang ditetapkan pemerintah hanya berkisar Rp16.000 hingga Rp18.500.

Persoalan yang dihadapi warga bukan hanya soal harga yang tinggi, tetapi juga sulitnya memperoleh gas bersubsidi tersebut. Banyak warga mengaku harus mencari ke berbagai tempat untuk mendapatkan satu tabung elpiji.

“Gas ini sudah tidak teratur lagi sejak sekitar satu tahun belakangan. Semenjak ada aturan menggunakan KTP atau kartu keluarga, malah makin tidak teratur. Harganya naik, barangnya langka, dan susah didapat,” keluh seorang warga.

Kondisi tersebut memaksa masyarakat mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari, di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Keluhan para emak-emak Pasar Bhayangkara dinilai sejalan dengan berbagai laporan yang sebelumnya telah dipublikasikan Kitoupdate.com mengenai persoalan distribusi dan harga elpiji 3 kilogram di Kabupaten PALI.

Dalam sejumlah laporan sebelumnya, media ini telah mengangkat berbagai persoalan terkait tingginya harga gas melon serta mempertanyakan efektivitas pengawasan oleh pihak-pihak terkait, diantaranya:

  1. “Jeritan Rakyat Miskin PALI, Elpiji 3 KG Tembus Rp30 Ribu, Ke Mana Larinya Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif?”
  2. “LPG 3 KG di PALI Tembus Rp30 Ribu, Ke Mana Perginya Hati Nurani dan Tindakan Pemangku Kebijakan?”
  3. “PALI Membara, Gas Melon Tembus Rp30 Ribu, PGK Tuding Pemda, DPRD, Polres, dan Kejari PALI Lakukan Pembiaran Berjamaah.”

Melalui laporan-laporan tersebut, muncul pertanyaan mengenai fungsi pengawasan pemerintah daerah dan instansi terkait terhadap praktik penjualan elpiji subsidi yang diduga melebihi HET.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan serta menstabilkan harga elpiji 3 kilogram agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pesan untuk pemerintah, tolong jangan sampai gas ini langka lagi. Harganya juga bisa diturunkan karena beban masyarakat sudah berat. Masih banyak kebutuhan lain seperti biaya sekolah anak. Kalau harga gas turun, tentu sangat membantu,” ujar seorang warga.

Kini masyarakat menantikan langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten PALI dan instansi terkait dalam memastikan distribusi elpiji subsidi berjalan sesuai aturan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat subsidi tersebut. (Anies)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini