OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Meningkatkan akuntabilitas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Melalui Bappeda Kabupaten OKI pendampingan kinerja harian berbasis aplikasi e-Kinerja BKN kini digalakkan secara intensif agar pencatatan dan pelaporan aktivitas kerja seluruh pegawai dapat berjalan secara tertib, tepat waktu, dan berkelanjutan.
Kegiatan pendampingan ini berlangsung di lingkungan Bappeda Kabupaten OKI dan diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan instansi tersebut. Hadir sebagai narasumber, Imron Suhedi, S.Sos., selaku Asesor SDM Aparatur Ahli Madya di BKPSDM OKI.
Ia memberikan pemaparan sekaligus panduan teknis langsung kepada para peserta terkait tata cara penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), mekanisme penginputan kinerja harian melalui sistem e-Kinerja, hingga tata cara penilaian kinerja yang dilakukan oleh atasan langsung.
Dalam penyampaiannya, Imron Suhedi menegaskan bahwa pencatatan kinerja harian bukan sekadar rutinitas administratif semata, melainkan fondasi dari penilaian kinerja yang objektif dan akuntabel.
“Kinerja harian yang tercatat dengan baik akan menjadi bukti nyata pelaksanaan tugas dan fungsi setiap ASN. Data ini tidak lain adalah dasar untuk mengevaluasi seberapa jauh capaian Sasaran Kinerja Pegawai yang telah disepakati di awal tahun,” ujar Imron.
Ia juga menjelaskan alur kerja sistem e-Kinerja, mulai dari penyusunan SKP, pemecahan ke dalam rencana aksi bulanan, hingga pelaporan aktivitas harian yang kemudian diverifikasi dan dinilai oleh atasan langsung.
“Dengan sistem ini, setiap ASN dapat memantau kemajuan kerjanya secara mandiri, sementara pimpinan dapat memberikan umpan balik secara berkala dan berbasis data” jelas Imron.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten OKI, Faisal Riza, ST., MT, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pendampingan ini.
Ia berharap seluruh ASN di lingkungan Bappeda dapat semakin memahami pentingnya kedisiplinan dalam pencatatan kinerja harian sebagai bagian tak terpisahkan dari evaluasi capaian kinerja bulanan maupun tahunan .
“Mari kita bangun budaya kerja yang disiplin, transparan, dan berorientasi pada hasil. Kinerja yang tertib adalah cerminan tata kelola pemerintahan yang akuntabel. ASN yang produktif dimulai dari kinerja yang tertib,” tegas Faisal.
Faisal juga menekankan bahwa kinerja yang tercatat dengan baik bukan hanya bermanfaat bagi instansi, tetapi juga bagi pengembangan karier dan peningkatan kompetensi setiap individu ASN.
“Dengan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum tercapai, setiap pegawai dapat menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah” lanjut Faisal.
Kegiatan pendampingan ini juga membahas berbagai kendala yang sering dihadapi dalam pengisian e-Kinerja, seperti ketidaksesuaian antara aktivitas harian dengan target SKP, keterlambatan penginputan, hingga pemahaman yang belum merata terkait indikator kinerja. Narasumber memberikan solusi praktis dan memastikan setiap peserta mampu mengoperasikan sistem dengan mandiri dan benar.
Melalui langkah-langkah konkret ini, diharapkan budaya kerja yang berbasis data dan hasil dapat semakin mengakar di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.
“Keterbukaan, kedisiplinan, dan akuntabilitas kinerja menjadi pilar utama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya” pungkas Faisal. (Hendri)


































