Beranda Hukum & Kriminal Babinsa di Langkat Diduga Jadi Kurir 46,9 Kg Sabu, Polisi Buru Bandar...

Babinsa di Langkat Diduga Jadi Kurir 46,9 Kg Sabu, Polisi Buru Bandar Besar

18
0

PEKANBARU, KITOUPDATE.COM – Seorang oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD) berinisial AF (32), yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. AF diduga terlibat sebagai kurir dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu-sabu.

Selain AF, polisi turut mengamankan NS (32). Keduanya diduga berperan sebagai kurir antar-jemput narkotika dalam jaringan peredaran gelap yang disinyalir terhubung dengan jalur internasional.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita 46,9 kilogram sabu dengan nilai diperkirakan mencapai Rp84,491 miliar.

Mirisnya, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kedua tersangka diduga telah menjalankan peran sebagai kurir sabu sebanyak 15 kali dalam kurun waktu satu tahun. Untuk setiap aksinya, mereka disebut menerima upah berkisar Rp10 juta hingga Rp50 juta.

Kasus ini terungkap setelah Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau melakukan operasi intensif sejak 2 Oktober 2026.

Puncaknya, pada Sabtu (10/10/2026), petugas mencegat sebuah mobil minibus di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Saat melakukan pemeriksaan, polisi menemukan 46,9 kilogram sabu di dalam kendaraan tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, kedua tersangka diduga tidak bekerja sendiri. Mereka disebut menjalankan perintah seseorang yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kedua tersangka diperintahkan oleh seseorang yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO),” kata Putu saat konferensi pers di Mapolda Riau, sebagaimana dikutip dari laman riaukepri.com, Selasa (20/10/2026).

Penangkapan kedua tersangka yang disebut memiliki hubungan keluarga itu menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

Penyidik kini masih mendalami dugaan keterlibatan pemasok utama, jalur distribusi, hingga kota tujuan akhir pengiriman sabu. Narkotika tersebut diduga berasal dari Malaysia dan masuk melalui jalur lintas batas negara.

Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat menegaskan, pemberantasan narkotika tidak boleh berhenti pada penangkapan kurir. Menurut dia, aparat harus menelusuri dan memburu bandar serta pengendali utama yang diduga memperoleh keuntungan lebih besar dari bisnis ilegal tersebut.

“Barang bukti yang kita sita ini, jika dirupiahkan nilainya sekitar Rp84,491 miliar. Dari pengungkapan ini, kita telah berhasil menyelamatkan 500.000 jiwa,” ujar Arman.

Selain mengembangkan perkara pidana narkotika, Polda Riau juga mendalami kemungkinan penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri aliran dana serta mengidentifikasi aset yang diduga berasal dari hasil bisnis narkotika.

Dugaan keterlibatan prajurit TNI AD dalam kasus ini membuat penanganannya turut melibatkan unsur Polisi Militer. Proses penyidikan dilakukan melalui koordinasi dengan Danpomdam XIX/Tuanku Tambusai dan Dandenpom Pekanbaru.

Danpomdam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel CPM Yudi Wahyudi menegaskan, institusinya tidak akan memberikan toleransi kepada prajurit yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

“Kami zero tolerance terhadap anggota atau prajurit terhadap penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika. Itu pasti akan ditindak tegas, profesional dan objektif sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang ada,” kata Yudi.

Ia menambahkan, prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dijatuhi sanksi tegas, termasuk pemecatan. Namun, seluruh proses hukum tetap harus berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Ancamannya mungkin dipecat, tapi kita hormati proses peradilannya. Status sudah tersangka, sudah ditahan di sel kami. Tersangka ini merupakan salah satu oknum dari Babinsa di Kodim Langkat, Kodam I Bukit Barisan,” jelasnya. (rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini