OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Bagi anggapan beberapa orang, penyandang disabilitas merupakan penghalang terbesar dalam dalam meraih mimpi. Tidak jarang mereka yang penyandang disabilitas mendapatkan perrundungan oleh orang-orang disekitarnya dan sampai ada yang diperlakukan dengan tidak adil.
Akan tetapi menjadi seseorang yang memiliki kekurangan, bukanlah menjadi alasan untuk berdiam diri mengutuki nasib dan menjalani hidup tanpa prestasi. Meski memiliki kekurangan fisik atau kekurangan lainnya, penyandang disabilitas pasti masih bisa berkarya, berkreasi bahkan bisa membantu sesama manusia untuk mewujudkan impiannya.
Keadaan fisik yang tidak sempurna bukan menjadi suatu kendala untuk bisa mewujudkan cita-cita, demikian pula yang terjadi pada Yogi seorang Pemuda penyandang disabilitas dari Desa Batu Ampar, Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.
Pemuda yang lahir di desa Batu Ampar pada tanggal 08 Juni 1998 tersebut yang kini telah berusia 27 tahun tersebut dari keluarga yang sederhana memang sejak lahir mengalami kekurangan (Tuna Rungu dan Tuna Wicara) akan tetapi hal tersebut bukanlah menjadi pengahalang dan bukanlah menjadi titik kelemahan pada dirinya ia tetap rajin belajar dan berkreasi serta berkarya dengan semangat tanpa batas.
Hal ini ia buktikan dengan menciptakan hal yang sangat luar biasa yang belum tentu bisa dilakukan oleh orang yang normal lainnya yaitu bisa menciptakan kendaraan roda 4 atau mobil rakitan yang berfungsi dengan normal dan bisa dimanfaatkan dengan baik sebagai alat transportasi.
Untuk itu Dinas Sosial Kabupaten OKI datang menyapa, mendata dan menjangkau dan melihat langsung kondisi dilapangan atas kisah inspiratif dari Yogi ini.
Kepala Dinas Sosial, Dwi M. Zulkarnain, mengatakan bahwa kisah ini merupakan salah satu motivasi tersendiri bagi penyandang disabilitas yang produktif dan menginspirasi banyak orang.
“Ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan sudah barang tentu mampu memberikan motivasi tersendiri bagi orang-orang yang mempunyai kondisi sama, supaya tidak menyerah dan tetap berjuang sekeras mungkin untuk meraih cita-cita. Sebab keterbatasan fisik tidak mesti membuat seseorang harus pasrah dengan keadaan dan berpangku tangan” ungkap Dwi. Selasa (23/09/2025).
Dwi melanjutkan bahwa kemampuan dan keuletan Yogi ini tidak bisa dimiliki banyak orang dan belum juga tentu bisa dikerjakan oleh sebagian orang normal lainnya.
“Ini merupakan bakat istimewa yang dimiliki Yogi, yang belum tentu bisa dilakukan oleh orang lain, bahkan orang normal lainnya dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keuletan dan kreativitas tinggi seperti Yogi ini, tentu kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya hal ini” terang Dwi.
Ia juga mengatakan bahwa Dinas Komitmen dan akan berusaha keras sebisa mungkin membantu atas kreativitas yang luar biasa ini melalui sinkronisasi program pemerintah yang ada.
“Ini bukan hanya aset satu desa saja atau satu tempat saja ini merupakan aset berharga bagi Kabupaten OKI, hal positif seperti ini harus bisa kita kembangkan, harus kita dampingi dan harus disinkronkan dengan program pemerintah tidak hanya dari bidang sosial akan tetapi sebisa mungkin kita akan jalin kerjasama lintas sektor untuk mewujudkannya” Dwi Menegaskan.
Sementara itu, Ayahanda Yogi, Samsudin menuturkan, selaku kedua orang tua merasa senang dan bangga dengan Yogi. Menurutnya, Yogi merupakan anak yang memiliki semangat juang tinggi, tekun, rajin belajar, dan sholeh serta mempunyai budi pekerti yang tinggi di mata keluarganya.
“Meskipun sejak kecil mempunyai keterbatasan, Sejak kecil dengan keterbatasan tersebut yang menyebabkan ia tidak pernah mengeyam pendidikan dibangku sekolah, akan tetapi dengan semangat juang tanpa minder Yogi tetap bisa berkarya, dan Yogi adalah tetap anak Kesayangan dan Kebanggaan bagi keluarga kami” tutur Sam.
Sam Melanjutkan Meskipun Yogi terlahir dari Keluarga yang hidup dengan sangat sederhana, ia tidak pernah mengeluh dan tetap bersemangat dalam belajar agar dapat membahagiakan Ayah dan Ibundanya.
“Yogi adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya, dan taat beribadah dan pandai bergaul ditengah masyarakat meskipun dalam keterbatasan dan Alhamdulillah walaupun dalam keterbatasan Yogi tetap diterima dengan baik ditengah masyarakat” Jelas Sam.
Terkait Kemampuan Yogi dalam merakit sebuah mobil Ayah Yogi menjelaskan bahwa kemampuan itu Yogi dapat secara otodidak yaitu belajar langsung dari media YouTube.
“Yogi kurang lebih membutuhkan waktu 1 tahun untuk bisa merakit mobil ini, dengan menggunakan alat sederhana karena keterbatasan biaya, biaya perakitan tersebut pun melalui hasil kerja Yogi sendiri dan ia mempunyai kemampuan ini belajar langsung dari tutorial di YouTube” papar Sam.
Sementara itu Kepala Desa Batu Ampar, M.Syukri berharap agar kisah inspiratif Yogi ini dapat memberikan motivasi tersendiri khususnya bagi generasi muda yang ada.
“Harapannya dari kisah seperti Yogi ini, dapat menjadi inspirasi bagi generasi milenial sekarang supaya semangat dalam belajar dan tidak bermalas-malasan dan Jangan pernah mengucilkan dan memandang sebelah mata orang-orang yang berkebutuhan khsusus. Semangat tanpa batasnya dalam menimba ilmu ditengah keterbatasan patut menjadi motivasi bagi kita semua, terkhusus bagi generasi muda dan Keterbatasan bukanlah suatu halangan untuk meraih prestasi. Yogi adalah contoh nyata dibalik kekurangan seseorang pasti ada kelebihan” tegas Syukri.
Ia pun tidak lupa berterima kasih kepada Dinas Sosial OKI dan Pemda OKI atas kepedulian dan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan oleh Yogi ini.
“Kami juga pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemda OKI khsususnya Dinas Sosial yang telah memperhatikan dan memberikan perhatian khusus kepada warga desa kami ini, kita berharap pemerintah daerah dapat memberikan yang terbaik bagi Yogi ini” pungkas Syukri. (Hendri)


































