OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – “Lansia Berdaya OKI GAS” (Orang tua berkemampuan ikhlas gembira, aktif, dan sehat), dilauncing di Kabupaten OKI, Inovasi ini diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKI, kegiatan ini sendiri dilaksanakan di ruang gedung Bende Seguguk (BS) 2 Pemda OKI. Selasa (07/10/2025).
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki melalui wakil Bupati, Supriyanto, SH, yang akrab di panggil Mas Supri, pada kegiatan tersebut mengatakan, pembangunan keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang sehat, sejahtera dan berdaya.
“Di dalamnya, kelompok lansia yang merupakan pilar penting. Tidak hanya berperan sebagai penopang nilai-nilai sosial, tetapi juga sumber kebijaksanaan dan inspirasi antar generasi,” tutur Supri.
Oleh sebab itu, lanjutnya, upaya peningkatan kualitas hidup lansia, perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, baik melalui aspek kesehatan, sosial, spiritual, maupun produktivitas.
“Lansia Berdaya OKI GAS” (Orang tua berkemampuan ikhlas gembira, aktif, dan sehat), adalah salah satu inovasi luar biasa yang menjadi wujud konkret perhatian kita kepada kelompok lanjut usia. Tujuannya, untuk memberikan ruang bagi para lansia agar tetap produktif, mandiri, dan berdaya guna melalui berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Sekolah Lansia menjadi wadah pembelajaran sepanjang hayat yang membantu mewujudkan lansia yang sehat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial” terangnya.
Ketua TP. PKK OKI, Hj. Ike Meilina Muchendi pada kesempatan yang sama mengatakan Melalui kegiatan ini, tidak hanya memberikan edukasi dan pembinaan nonformal tentang kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan sosial yang kerap terabaikan.
“Ini merupakan langkah strategis dalam membangun lansia yang tidak hanya panjang umur, tetapi juga berkualitas dan bahagia,” terang Ike.
Selanjutnya, ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelayanan KB gratis, sebagai bagian dari penguatan program keluarga berencana yang inklusif dan merata di Kabupaten OKI.
“Ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta mewujudkan keluarga yang berkualitas,” lanjut Ike.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program seperti sekolah lansia dan pelayanan KB, tentu membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan stakeholder lainnya.
“Kami mengajak kita semua untuk terus membangun semangat kolaborasi, selaras dengan visi harmonisasi OKI Gas! Sinergi Kuat, Melaju Hebat dan Visi ini sendiri menekankan pentingnya kebersamaan, partisipasi aktif masyarakat, serta pendekatan yang humanis dalam setiap kebijakan pembangunan yang ada di Kabupaten OKI” tegas Ike.
Sementara itu Kepala PPKB OKI, Zulfikar, S.Sos, M.Si sangat mendukung salah satu agenda pemerintah dalam rencana strategis nasional (Renstra) 2025-2029 yaitu lanjut usia berdaya (Sidaya).
Hal itu kata dia, merupakan quik win Kemendukbangga/BKKBN berdaya yang mempunyai arti berkekuatan, berkemampuan, bertenaga untuk mengatasi suatu masalah, serta tujuan dari sidaya terwujudnya Lansia berdaya yang sehat, Merasa aman dan partisipasi.
Meningkatkan kualitas hidup lansia dan meningkatnya kepedulian serta peran multisektor dalam pendampingan lansia.
“Dengan adanya pembentukan “Lansia Berdaya OKI GAS” (Orang tua berkemampuan ikhlas gembira, aktif, dan sehat),saya berharap para lansia juga mampu mencapai successful aging,” ucap Zulfikar.
Dimana, seorang mencapai usia lanjut mampu memiliki kesehatan fisik dan mampu melakukan kegiatan yang produktif sehingga mencapai kepuasan dan kebahagiaan dalam hidupnya.
“Untuk itu, kami harapkan para anggota lansia yang ada di sekolah dapat menjadi motivator untuk para lansia lainnya, untuk menjadi peserta dan dapat memanfaatkan momentum yang baik ini untuk mendapatkan berbagai ilmu sehingga bisa dapat lulus dan mengikuti tahapan wisuda dan Dengan semangat “Lansia Berdaya OKI GAS”, diharapkan juga para lansia di Kabupaten Ogan Komering Ilir senantiasa ikhlas, gembira, aktif, sehat, dan menjadi teladan bagi generasi muda.” tutup Zulfikar. (Hendri).


































