OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Kabupaten OKI menunjukkan komitmen serius dalam upaya eliminasi AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Iwan Setiawan, memaparkan gambaran situasi terkini ketiga penyakit tersebut di OKI, sekaligus menguraikan agenda pencapaian eliminasi ATM pada tahun 2024. Paparan ini disampaikan dalam Lokakarya Penguatan, Perencanaan dan Kemitraan dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) di Kabupaten OKI yang berlangsung di gedung Bende Seguguk (BS 2) Pemkab OKI.
Lokakarya ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi seluruh OPD Kabupaten OKI yang di iniasi Dinas Kesehatan OKI. Iwan menekankan bahwa HIV/AIDS, TBC, dan Malaria merupakan isu kesehatan global yang membutuhkan perhatian ekstra.
“Tingginya angka kesakitan dan kematian akibat ketiga penyakit ini, baik di Indonesia maupun di Kabupaten OKI khususnya, tidak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga membebani pembiayaan kesehatan yang signifikan” ujar Iwan. Selasa (01/07/2025).
Pada kesempatan itu, Kadinkes OKI, Iwan Setiawan juga menegaskan bahwa penanganan kasus ATM tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata. Diperlukan komitmen kuat dan peran aktif dari seluruh jajaran pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah. Ini mencakup implementasi program pencegahan dan pengendalian yang efektif melalui kebijakan politik integratif dan kolaboratif, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Penanggulangan masalah kesehatan, termasuk ketiga penyakit ini, tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan, tetapi harus melibatkan lintas sektor terkait, termasuk masyarakat,” ungkap Iwan.
Iwan pun menekankan pentingnya sinergi antara berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi non-pemerintah, dan partisipasi aktif dari komunitas dalam menekan laju penyebaran dan dampak ATM.
Lebih lanjut Iwan menyampaikan bahwa upaya penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria sendiri telah menjadi fokus utama program kesehatan Bupati dan Wakil Bupati OKI yang legalitas nya sudah jelas baik melalui undang-undang maupun Permenkes bahkan sampai ke Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten OKI itu sendiri.
“Hal ini menunjukkan bahwa komitmen untuk mencapai eliminasi ATM telah menjadi prioritas dalam agenda pembangunan kesehatan daerah OKI dan merupakan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati OKI, makanya diperlukan nya sinergitas kita semua” tegas Iwan.
Lokakarya ini sendiri diikuti oleh beragam perwakilan dari berbagai OPD yang ada di kabupaten OKI. Khususnya Dinas Kesehatan OKI, para pengelola program HIV/AIDS, TBC, dan Malaria. Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta yang hadir dalam lokakarya ini menunjukkan spektrum luas pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya ini.
“Kami harapkan melalui lokakarya ini, strategi penanggulangan ATM di Kabupaten OKI dapat semakin terintegrasi dan efektif, membawa OKI selangkah lebih dekat menuju eliminasi ketiga penyakit tersebut” pungkas Iwan. (Hendri)


































