BANYUASIN, KITOUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Askolani, SH., MH dan Wakil Bupati Netta Indian, SP terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Banyuasin dalam podcast bersama CNBC Indonesia yang tayang pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 18.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Askolani mengungkapkan bahwa Pemkab Banyuasin melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah melakukan optimalisasi lahan dengan mengalihfungsikan lahan rawa menjadi sawah produktif.
Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan produksi beras daerah sekaligus memperkokoh ketahanan pangan Kabupaten Banyuasin.
Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kemandirian dan swasembada pangan nasional.
Menurut Askolani, swasembada pangan berarti kemampuan suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dengan memaksimalkan seluruh potensi lahan yang tersedia.
Kabupaten Banyuasin sendiri memiliki potensi lahan pertanian seluas 189.345 hektare yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan harus dikelola secara optimal. Hal ini selaras dengan Sapta Cita Banyuasin ke-4, yakni mewujudkan nilai tambah sumber daya alam dan ekonomi menuju Banyuasin yang sejahtera, serta didukung melalui Program Prioritas Banyuasin Makmur.
Dengan berbagai upaya tersebut, Banyuasin terus memantapkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan Indonesia. (Reliyadi/Julyo)


































