Beranda Ogan Kemering Ilir Tegang! Warga Bentrok dengan Polisi di OKI, Ternyata Ini yang Terjadi

Tegang! Warga Bentrok dengan Polisi di OKI, Ternyata Ini yang Terjadi

42
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Suasana tegang sempat menyelimuti halaman GOR Perahu Kajang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (22/4/2026).

Sejumlah warga terlihat berhadapan dengan aparat kepolisian, aksi dorong hingga teriakan massa pecah di lokasi.

Namun, “bentrok” tersebut bukan kejadian nyata.

Aksi itu merupakan bagian dari simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polda Sumatera Selatan untuk menguji kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.

Dalam skenario yang diperagakan, massa digambarkan mulai tidak terkendali hingga memaksa aparat melakukan langkah pengendalian secara terukur. Personel Polri memperlihatkan teknik penanganan kerumunan secara humanis namun tetap tegas, sesuai standar operasional.

Simulasi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, dan melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga elemen masyarakat.

Tak hanya pengamanan konflik sosial, latihan juga diperluas ke penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam sesi ini, tim gabungan memperagakan respons cepat menghadapi titik api, mulai dari deteksi dini hingga pemadaman menggunakan peralatan khusus.

Kapolda Sumsel menegaskan, simulasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting untuk memastikan kesiapan nyata di lapangan.

“Ini bukan hanya latihan, tapi evaluasi menyeluruh. Kita ingin setiap personel siap menghadapi situasi sebenarnya, baik gangguan kamtibmas maupun bencana karhutla,” tegasnya.

Ia juga menargetkan penanganan karhutla di OKI tahun 2026 mencapai “zero karhutla”, dengan menekankan pentingnya kerja terpadu lintas instansi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyebut simulasi ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi antar lembaga.

“Melalui latihan ini, kita samakan persepsi dan tingkatkan kesiapan semua pihak agar respons di lapangan lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh untuk mengukur efektivitas taktik dan koordinasi. Polda Sumsel memastikan simulasi serupa akan terus ditingkatkan, terutama di wilayah rawan konflik dan karhutla. (Eko Saputra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini