Beranda Ogan Kemering Ilir Kolaborasi Mendes dan BNN Untuk Desa Bebas Narkoba, Ini Penjelasan Kadis PMD...

Kolaborasi Mendes dan BNN Untuk Desa Bebas Narkoba, Ini Penjelasan Kadis PMD OKI

152
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dua hari yang lalu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan siap membentengi dan menyelamatkan masyarakat desa khususnya generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.

Dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di desa ini memungkinkan agar dilakukan secara terpadu, efektif, dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten OKI, Arie Mulawarman, S.STP,.MM, menyikapi hal tersebut menyambut baik dan menyatakan kesiapanya menjalankan segala kebijakan yang mungkin akan diimplementasikan pada setiap desa.

“Ini merupakan terobosan yang sangat positif dari pemerintah dan tentu saja kami sangat siap menjalankan instruksi dari Pak Menteri. Karena bagaimana pun narkoba ini musuh bebuyutan kita semua” ujar Arie. Kamis (13/03/2025).

Kadis PMD OKI Arie Mulawarman juga menjelaskan, kurangnya pendidikan dan kesadaran tentang bahaya narkoba menjadi faktor utama yang marak dialami warga desa, bahkan oknum kepala desa.

Garis kemiskinan dan pengangguran juga dapat mendorong masyarakat untuk mencari pelarian dari kenyataan yang pahit. Selain itu, katanya, ketersediaan narkoba secara mudah dan murah semakin memperburuk masalah di level desa.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahaya narkoba ini sudah merambah kesemua pelosok dan di desa sekarang banyak yang menjadi korban. Mungkin karena lebih mudah untuk dibujuk atau dirayu, dan bahkan sering muncul dipemberitaan dibeberapa Daerah bahkan nasional, ada beberapa oknum, kades sebagai pemakai narkoba,” ungkap Arie.

Arie kembali menjelaskan bahwa nantinya Bersama BNN, Kemendes juga berencana turun langsung ke desa, untuk memastikan bahwa pihaknya sangat serius dan fokus dalam pemberantasan narkoba di desa.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba bagi generasi mendatang khususnya dilingkungan Desa” jelas Arie.

Di sisi lain, Ia juga mengatakan bahwa setiap pihak juga perlu mendidik kepribadian dirinya sendiri dan orang lain tentang bahaya narkoba, menanamkan nilai-nilai positif di kalangan anak muda, dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menegakkan hukum.

“Untuk mekanisme programnya nanti kita masih menunggu instruksi dari pemerintah akan tetapi dengan adanya MOU ini mari kita mendukung dan sama-sama bergerak ke desa-desa, demi mencegah serta menghindarkan masyarakat dari bahaya narkoba, karena narkoba tidak ada toleransi bagi kita dan musuh kita bersama” beber Arie.

Lebih lanjut Arie mengaku bahwa narkoba menjadi momok serius yang menghantui desa. Generasi muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa, justru terjerat dalam lingkaran narkoba.

Mereka yang dulunya bertalenta dan berprestasi kini telah kehilangan arah dan harapan. Narkoba telah merenggut masa depan mereka, menggantinya dengan ketergantungan dan kesedihan.

Menyadari keparahan situasi ini, kata Arie Mulawarman, pemerintah dan masyarakat harus bahu-membahu mengambil tindakan tegas untuk mengatasi momok ini. Program pencegahan, rehabilitasi, dan penegakan hukum perlu digencarkan untuk mengembalikan kedamaian alami warga desa.

“Kami senang bisa dengan adanya MOU antara Kemendes dan BNN untuk memberantas kasus narkoba di desa. Sebab upaya ini nantinya kita perlu samakan persepsi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal kedepannya” jelas Arie.

“Mengapa desa menjadi fokus penting dalam hal ini, karena sekarang para bandar itu menyasar generasi desa, bahkan petani, pekebun, di desa-desa, maka perlunya segala dukungan dari semua pihak untuk memutus rangkaian bahayanya narkoba khususnya di Desa-desa” pungkas Arie.(Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini