Beranda Banyuasin Naik Kelas! Ratusan UMKM Banyuasin Disiapkan Tembus Pasar Digital Bersama PNM

Naik Kelas! Ratusan UMKM Banyuasin Disiapkan Tembus Pasar Digital Bersama PNM

10
0

BANYUASIN, KITOUPDATE.COM –  Pelaku usaha mikro di Kabupaten Banyuasin mulai didorong naik kelas. Dari yang selama ini mengandalkan industri rumahan, para pelaku UMKM disiapkan untuk memperluas pasar melalui ekosistem digital.

Upaya tersebut dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertajuk “Dari Usaha Rumahan ke Pasar Digital” di Gedung Graha Sedulang Setudung, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng., dan diikuti ratusan nasabah binaan PNM.

Agenda ini mempertemukan para pelaku usaha dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pakar industri. Tak hanya memberikan akses permodalan, PNM juga membekali pelaku usaha ultra mikro dengan berbagai pengetahuan untuk mengembangkan bisnis.

Materi yang diberikan mencakup strategi pemasaran digital, literasi keuangan, legalitas usaha hingga perlindungan konsumen. Pembekalan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku UMKM memperkuat fondasi usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Mewakili Bupati Banyuasin, Sekretaris Daerah Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar UMKM lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk tingkat nasional.

“Pemkab Banyuasin terus mendorong pengusaha lokal memperkuat kualitas produk, kemasan, legalitas, hingga pencatatan keuangan digital. Langkah ini kunci utama agar bisnis warga Banyuasin bisa tumbuh berkelanjutan,” tegas Erwin.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sumsel, Asnawati, mengapresiasi komitmen PNM dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Ia mengingatkan para pelaku UMKM agar memanfaatkan pembiayaan secara produktif untuk memperbesar skala usaha. Menurutnya, akses pembiayaan perlu dikelola secara tepat agar memberikan dampak terhadap pertumbuhan bisnis, bukan justru digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Palembang, Benny Satria B, menjelaskan bahwa modal finansial hanyalah pintu masuk dalam pengembangan usaha. Menurutnya, aspek yang menjadi pembeda adalah pendampingan berkelanjutan atau capacity building.

“Modal finansial hanyalah pintu masuk. Kunci pembeda PNM terletak pada pendampingan berkelanjutan (capacity building),” jelas Benny. (Masroni)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini