Beranda Ogan Kemering Ilir Usia 49 Tahun KH Shoimari Utsman Lc. Al Hafizh: Perjuangan Dakwah dan...

Usia 49 Tahun KH Shoimari Utsman Lc. Al Hafizh: Perjuangan Dakwah dan Pengabdian yang Tak Pernah Lelah

13
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Ucapan mabruk, tulus doa, dan harapan terbaik terus mengalir tak henti untuk KH Shoimari Utsman Lc. Al Hafizh, Pimpinan Ma’had Utsmani Muara Baru, Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang baru saja genap memasuki usia ke-49 tahun.

Di balik senyum yang tenang dan sosok yang sederhana itu, tersimpan perjalanan panjang dakwah yang penuh pengorbanan, keteguhan hati, dan kedekatan yang luar biasa dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang dibimbingnya.

Belakangan ini, nama KH Shoimari Utsman semakin menjadi sorotan dan perhatian seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten OKI. Di usia yang memasuki 49 tahun ini, ucapan selamat dan doa tulus terus disampaikan oleh para tokoh masyarakat, para santri, hingga warga sekitar kepada pimpinan Ma’had Utsmani tersebut. Bukan sekadar seremonial, melainkan ungkapan tulus atas keberadaan beliau yang telah lama hadir dan memberi makna bagi banyak orang.

– Konsisten Membangun Pendidikan di Tengah Tantangan

Sosok KH Shoimari dikenal luas karena keteguhan dan konsistensinya membina pendidikan agama di tengah arus zaman yang semakin kompleks. Keberadaan Ma’had Utsmani selama ini bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan rumah kedua bagi banyak anak-anak, tempat mereka menuntut ilmu sekaligus ditempa akhlaknya.

Namun, membangun dan mempertahankan lembaga pendidikan berbasis keagamaan bukanlah perkara yang mudah. Banyak rintangan yang harus dihadapi, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga tantangan ekonomi dan perubahan sosial masyarakat.

Rano Karno, Kepala Desa Awal Terusan, menyampaikan bahwa perjuangan mempertahankan kegiatan pendidikan dan terus membina para santri membutuhkan kesabaran yang luar biasa panjang.

“Beliau orangnya sederhana, rendah hati, dan mudah bergaul. Sangat dekat dengan masyarakat dan para santri. Meski banyak rintangan, beliau tidak pernah lelah mendampingi anak-anak ini,” ujar Rano Karno. Jumat (18/09/2026).

– Lebih dari Sekadar Guru, Beliau Orang Tua Bagi Kami

Di lingkungan Ma’had Utsmani, KH Shoimari dikenal tegas dalam mendidik, namun lembut dalam membimbing. Kedekatan beliau dengan para santri menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun sistem pendidikan yang memadukan keilmuan agama dan keunggulan akademik.

Hendro Yusuf, salah satu pengurus sekaligus santri di Ma’had Utsmani, menyampaikan rasa hormat dan kasih sayangnya.

“Bagi kami, beliau bukan hanya seorang guru. Beliau adalah orang tua kami di sini. Kami percaya, tidak ada keberkahan ilmu yang datang kecuali dari keikhlasan dan keridhaan seorang guru. Dan sosok beliau selalu menjadi panutan kami dalam segala hal,” tegas Hendro.

Suasana di lingkungan Ma’had Utsmani pun terasa hidup dan penuh kehangatan, bukan karena bangunan yang megah, melainkan karena ikatan kekeluargaan yang kuat terjalin di antara pengasuh, santri, dan masyarakat.

Seorang wali santri mengungkapkan perasaannya.

“Kalau bicara tentang beliau, kami teringat kembali perjuangan beliau mendidik anak-anak kami supaya tetap dekat dengan agama, sekaligus tetap cerdas secara ilmu pengetahuan umum. Itu bukan hal yang mudah dilakukan sendirian,” ungkap salah satu wali santri.

– Penjaga Moral di Tengah Arus Modernisasi

Di tengah derasnya arus informasi, era digital, dan pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan, keberadaan lembaga seperti Ma’had Utsmani menjadi sangat berarti.

Lembaga ini hadir sebagai benteng sekaligus filter positif bagi generasi muda agar tetap mampu memilah mana yang baik dan buruk, tanpa harus terjebak dalam pengaruh negatif modernisasi.

Namun, di balik semua kiprah besar itu, masih banyak hal yang belum diketahui publik. Perjuangan para pendidik dan pengasuh lembaga pendidikan keagamaan di daerah sering kali berjalan dalam senyap.

Dukungan yang diterima belum sebanding dengan beban tanggung jawab yang dipikul. Mulai dari keterbatasan fasilitas, kebutuhan sarana-prasarana, hingga pemenuhan kebutuhan operasional semuanya diupayakan secara mandiri dengan keteguhan hati.

Karena itu, masyarakat berharap keberadaan Ma’had Utsmani dapat terus tumbuh dan berkembang, serta mendapat dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak. Agar tempat ini terus melahirkan generasi-generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia akhlaknya.

– Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Padam

Hingga kini, KH Shoimari Utsman Lc. Al Hafizh tetap menjadi sosok yang dikagumi dan dijadikan teladan oleh semua kalangan. Kegigihan beliau dalam membangun tatanan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari ketulusan dan keikhlasan beramal.

Bagi masyarakat Kabupaten OKI, beliau bukan sekadar pimpinan sebuah lembaga pendidikan. Beliau adalah simbol perjuangan, pengabdian, dan harapan bagi masa depan generasi muda.

Semoga di usia ke-49 tahun ini, beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah perjuangannya. Semoga Ma’had Utsmani terus bersinar, menjadi rumah ilmu yang meneduhkan, dan melahirkan orang-orang hebat yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah kepada beliau. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini