Beranda Ogan Kemering Ilir Hangat dan Akrab, Itulah Sosok Kadis PMD OKI Dimata Kepala Desa

Hangat dan Akrab, Itulah Sosok Kadis PMD OKI Dimata Kepala Desa

110
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Suasana yang hangat dan penuh keakraban hal tersebutlah yang terlihat antara Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) OKI dengan seluruh Kepala Desa dalam wilayah kecamatan SP Padang pada saat kunjungan kerja Bupati dan Ketua TP PKK di Desa Penyandingan Kecamatan SP Padang.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua forum Kepala Desa Kabupaten OKI, Bambang Irawan, yang menyatakan bahwa PMD adalah mitra yang sangat dekat dengan desa, begitu dengan Kepala Dinasnya yang begitu hangat kepada seluruh Kepala Desa yang ada di Kabupaten OKI.

“PMD dan Desa adalah satu kesatuan yang terpisahkan, PMD adalah mitra yang selalu memberikan pembinaan bagi desa, sehingga segala sesuatu dapat berjalan dengan prosedur yang benar, dan semua itu tidak lepas dari sosok Kepala Dinasnya sendiri yang begitu dekat dengan seluruh pemerintah desa yang ada di Kabupaten OKI” ujar Bambang. Senin (21/10/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa hubungan yang ideal antara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) dengan para Kepala Desa (Kades) murni didasarkan pada profesionalisme, keterbukaan, dan kemitraan yang kuat untuk mencapai tujuan pembangunan desa.

“Keakraban dan kehangatan yang terjalin antara Kadin PMD dengan Kepala Desa, bukanlah berdasarkan kepentingan pribadi, akan tetapi kami lebih melihat kepada sosok yang tepat sebagai pembina kami apa lagi ditambah dengan humblenya sosok tersebut” lanjut Bambang.

Sementara itu Kepala Desa Batu Ampar, M. Syukri menggambarkan keakraban dan kehangatan yang selama ini terjalin antara Dinas PMD OKI Dengan desa dapat terlihat berdasarkan dari:

1. Komunikasi yang efektif dan terbuka

– Sosok Arie Mulawarman, selaku Kadis PMD selalu membuka ruang diskusi dengan para Kades untuk membahas kebijakan, permasalahan, dan aspirasi. Interaksi ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga santai dan akrab, sehingga Kades merasa nyaman untuk menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan selama ini.

– Kadis PMD selama ini selalu memastikan semua informasi terkait regulasi, program, dan anggaran desa tersampaikan dengan jelas. Kades juga dapat dengan mudah berkoordinasi untuk mencari solusi atas masalah yang muncul.

2. Sinergi dan kemitraan yang setara

– Kadis PMD memandang Kades sebagai mitra kerja yang setara dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, bukan sebagai bawahan yang hanya menerima perintah.

– Dinas PMD memberikan dukungan teknis dan bimbingan, sementara Kades memberikan masukan praktis berdasarkan kondisi di lapangan. Sinergi ini memastikan program yang dijalankan relevan dan tepat sasaran.

– Meskipun memiliki hubungan dekat, Kadis PMD tetap menghormati otonomi desa dan tidak mengintervensi kewenangan Kades, seperti dalam penunjukan perangkat desa.

3. Pemberdayaan dan pembinaan

– Kadis PMD tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga motivator bagi para Kades untuk meningkatkan kinerja mereka. Contohnya adalah dengan memberikan pelatihan tentang tata kelola pemerintahan yang baik.

– Pengawasan yang dilakukan selama inj tidak hanya berfokus pada kesalahan, tetapi juga memberikan pembinaan dan solusi. Misalnya, Kadis PMD mengingatkan Kades untuk mengelola dana desa sesuai petunjuk teknis, tanpa harus bersikap otoriter.

“Alhamdulillah kami selama ini selalu mendapatkan pelayanan yang terbaik dari PMD tentu saja hal ini terjadi karena baiknya pula birokrasi yang ada di PMD dan semua itu tidak lepas dari baiknya pula kepemimpinan dari Kadis PMD” tegas Syukri.

Kades Syukri pun menegaskan jika suatu manajemen birokrasi dengan mitra berjalan dengan baik dan tentu akan memberikan motivasi tersendiri bagi desa untuk terus memberikan yang terbaik dalam andil pembangunan di daerah.

“Ini merupakan motivasi tersendiri bagi kami untuk terus melakukan yang terbaik bagi masyarakat, dengan Keakraban dan kehangatan yang positif akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, mendorong transparansi, dan mempercepat proses pembangunan desa serta Hubungan yang didasarkan pada kepercayaan akan meminimalkan potensi konflik dan salah paham, tentu saja program pemerintah bisa berjalan lebih efektif dan efisien” tutup Syukri. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini