OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bekerjasama dengan Balai PKB Kecamatan Sirah Pulau Padang melaksanakan Sosialisasi PIK-Remaja dan Edukasi GATI di SMA N 1 SP Padang.
Kegiatan sosialisasi ini sendiri dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan kesejahteraan Keluarga DPPKB Kabupaten OKI, Resy Syamtarina,SKM.,M.Kes, dan Koordinator Lapangan KB Kecamatan SP Padang Triana beserta jajaran Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (PKB) dan dibuka oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 SP Padang dalam hal ini yng diwakilkan oleh Pembina PIK R.
Pada kesempatan ini Kabid Ketahanan Kesejahteraan Keluarga, DPPKB OKI, Resy Syamtarina, S.KM.,M.Kes, memberikan Materi mengenai makna salam Genre dan triad KRR (Tiga Masalah Pokok Kesehatan Reproduksi Remaja).
Resy mengatakan salam Genre (Generasi Berencana) untuk generasi muda memiliki tiga makna unggulan, yakni tidak menikah muda, tidak melakukan seks bebas, dan tidak menggunakan narkoba.
“Salam Genre dengan mengacungkan tiga jari (jari tengah, jari manis, jari kelingking) kemudian telunjuk dan jempol membentuk lingkaran, ini bukan sekedar lambang salam, namun simbol dengan makna besar,” ujar Resy. Rabu (12/11/2025).
Resy melanjutkan, Makna lingkaran dari telunjuk dan jempul adalah zero atau nol yang menggambarkan tidak melakukan tiga hal. Pertama adalah tidak menikah di usia muda karena pernikahan di usia mudah akan menyebabkan banyak masalah.
Dalam hal ini, remaja disarankan serius belajar mulai jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dan meningkatkan kariernya, setelah usianya matang baru dianjurkan menikah sehingga secara mental dan reproduksi juga siap membina rumah tangga agar memiliki keturunan.
Zero kedua adalah tidak melakukan seks bebas (zero free sex). Konseling di bidang ini untuk membangun pusat informasi antar remaja baik antar pelajar maupun antar mahasiswa, atau antar teman sebaya.
Dalam penekanan konseling zero free sex, kegiatannya berupa penyuluhan dan melatih remaja memiliki kemampuan, dapat memecahkan solusi, dan mencegah remaja dari pergaulan bebas, sehingga ketika ada remaja yang punya masalah, maka bisa diselesaikan melalui bimbingan dan konseling sebaya.
Sedangkan untuk zero narkoba, maka remaja juga diberikan wawasan tentang apa itu narkoba dan bagimana bahayanya jika seseorang mengkonsumsi obat-obatan terlarang, sehingga melalui bimbingan ini maka para remaja bisa menjauhi narkoba.
“Narkoba merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian semua pihak, mulai dari BNN, aparat, orang tua, hingga DPPKB OKI pun turut memikirkan jangan sampai anak-anak kita terperangkap bahaya narkoba,” terang Resy.
Sementara itu ditempat yang sama, Pimpinan Balai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan SP Padang, Triana Legita Rosa, Am. Keb, yang akrab disapa Ana, menekankan pentingnya pengenalan dan pemberian informasi Pencegahan Stunting bagi Remaja dan juga Pengenalan tentang Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
“Program ini bertujuan menciptakan remaja yang berkarakter baik, berintegritas, dan berdaya saing, melalui ayah yang menjadi teladan, pelindung, dan sahabat bagi anak-anaknya kelak” tegas Ana.
Ana pun melanjutkan, pencegahan dan percepatan penanggulang Stunting merupakan tanggung jawab bersama dan remaja dapat menjadi agen terbaik untuk ikut andil dalam usaha percepatan penurunan stunting yang ada.
“Bertepatan dengan Hari Ayah Nasional hari ini, marilah kita semua bahu membahu membangun sinergi untuk penanggulangan dan percepatan penurunan Stunting khsususnya di Kabupaten OKI, karena permasalahan Stunting adalah tanggungjawab kita bersama dan Remaja dapat menjadi agen perubahan yang mempunyai peran penting dimasa yang akan datang dalam usaha penanggulangan Stunting yang ada” pungkas Ana.
Antusias para peserta terlihat sangat tinggi selama mengikuti kegiatan ini, dengan adanya pula materi yang disampaikan oleh Duta Canting kencana Kecamatan SP Padang yang berkolaborasi dengan PKB Kecamatan SP Padang dan di sesi terakhir dilaksanakan sesi tanya jawab, quis serta pemberian doorprize sebagai bentuk apresisasi bagi peserta yang memberikan pertanyaan dan menjawab quis yang diberikan.
Kegiatan Sosialisasi ini berjalan dengan sangat baik dan lancar, dan diharapkan Sosialisasi Program PIK-R dan edukasi GATI ini dapat bermanfaat dan dapat diserap dengan baik bagi peserta khsususnya bagi para pelajar dan Remaja. (Hendri)



































