PALEMBANG, KITOUPDATE.COM – Kawasan Jalan Angkatan 45, tepat di depan pusat perbelanjaan PS Mall Palembang, mendadak mencekam pada Selasa (6/1/2026) siang. Bentrokan antar dua kelompok massa pecah sekitar pukul 13.30 WIB dan mengakibatkan seorang pria mengalami luka bacok dan tusuk parah hingga kini dalam kondisi kritis.
Keributan tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat dan warga sekitar panik. Aparat kepolisian dari Polsek Ilir Barat I Palembang yang menerima laporan segera turun ke lokasi bersama Unit Reskrim untuk mengendalikan situasi. Ketegangan berhasil diredam, namun jejak kekerasan masih terlihat jelas di lokasi kejadian.
Menurut keterangan saksi mata, Purwanto (55), tukang becak yang biasa mangkal di sekitar PS Mall, serta Dimas Prayoga (20), petugas keamanan pusat perbelanjaan, bentrokan melibatkan dua kelompok massa yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) PERMASKOT dan Harimau Sumatera Bersatu.
Dalam insiden tersebut, saksi juga mendengar dua kali suara letusan yang diduga berasal dari senjata api, sehingga menambah kepanikan di tengah masyarakat.
Korban diketahui bernama M Billy Putra Pratama (30), karyawan swasta yang berdomisili di kawasan Ilir Timur I Palembang. Billy mengalami luka bacok serius di tangan kanan hingga jari tengahnya putus, jari telunjuk kanan nyaris putus, luka di lengan kiri, bacokan di kepala, serta dua luka tusuk di paha kiri. Korban langsung dilarikan ke RS AK Gani Palembang dan kini menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.
“Kejadiannya cepat sekali. Tiba-tiba sudah terjadi saling serang, dan korban terlihat tergeletak bersimbah darah,” ujar Purwanto, saksi mata di lokasi kejadian.
Dari lokasi, polisi mengamankan dua bilah parang bergagang kayu dengan pelindung tangan besi yang diduga digunakan dalam bentrokan. Barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolsek Ilir Barat I Palembang untuk kepentingan penyelidikan.
Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, bentrokan diduga dipicu oleh sengketa pengelolaan lahan parkir di sekitar PS Mall yang saat ini dikabarkan dikelola oleh Ormas PERMASKOT.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif pasti dan memburu para pelaku yang terlibat. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
Pengamanan di sekitar lokasi kejadian ditingkatkan guna mencegah bentrokan susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. (Tim/Red)



































