PALEMBANG, KITOUPDATE.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Edward Candra memimpin rapat pembahasan gangguan listrik di kawasan tambak udang Wahyuni Mandira. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekda, Selasa (6/12/2026), sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat penambak udang terkait pasokan listrik yang tidak stabil.
Keluhan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas budidaya tambak udang serta ketahanan ekonomi masyarakat setempat. Dalam rapat itu, Sekda Sumsel mendengarkan paparan kronologi permasalahan dari berbagai pihak dan stakeholder terkait.
H. Edward Candra menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, pasokan listrik di kawasan tersebut sebenarnya masih cukup memadai meskipun belum dilakukan penambahan transformator (travo). Namun demikian, ia mengapresiasi komitmen PT PLN yang telah merencanakan penambahan sembilan unit travo yang akan direalisasikan secara bertahap mulai Februari hingga Mei 2026.
“Ini menunjukkan sudah ada upaya nyata dari PLN untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik. Namun kami juga berharap adanya sosialisasi yang intensif kepada masyarakat penambak terkait langkah-langkah PLN dalam menjaga stabilitas listrik di wilayah tersebut,” ujar Sekda.
Ia menegaskan, pelayanan listrik baik bagi pelanggan kecil maupun besar harus diberikan secara adil tanpa pembedaan. Menurutnya, layanan kelistrikan merupakan bagian dari pelayanan publik yang sangat berkaitan dengan ketahanan pangan daerah. Selain itu, Sekda juga menekankan pentingnya perluasan jaringan listrik agar menjangkau seluruh masyarakat serta mendorong peningkatan nilai ekonomi kawasan tambak.
Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H. M. Lubis menyampaikan apresiasi atas langkah dan rencana PT PLN yang disampaikan dalam rapat. Ia berharap permasalahan listrik yang kerap padam dan tegangan rendah, khususnya di wilayah terpencil di OKI, dapat segera dituntaskan.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Aries Irwan Wahyu, Asisten II Kabupaten OKI H. M. Lubis, serta Manager UP3 Ogan Ilir Arif Azzany.



































