OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Isra mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan keislaman Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, perjalanan ini menjadi peristiwa penting bagi nabi muhammad beserta kaumnya karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam mendapatkan perintah untuk menjalankan shalat lima waktu dari Allah Subhana wa taala.
Dalam Sambutannya, Kepala Desa Batu Ampar, M.Syukri mengutarakan bahwa Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa sehingga merupakan mukjizat yang begitu besar bagi Nabi Muhammad SAW.
“Isra dan Mi’raj yang terjadi dalam waktu kurang dari satu malam, kalau hanya dilihat dari pendekatan akal pikiran dan nalar manusia yang sangat terbatas, maka tentu peristiwa tersebut sangatlah ir-rasional akan tetapi ini adalah bentuk keimanan kita untuk mengimaninya.” ujar Syukri. Sabtu (31/01/2026)
Peristiwa isra mi’raj Nabi Muhammad SAW sarat dengan berbagai peristiwa simbolis. Berbagai bentuk pengalaman yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW selama perjalanan itu dimaksudkan oleh Allah SWT untuk memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya.
Pengalaman tersebut kemudian disampaikan kepada umatnya agar direnungkan dan dipetik hikmahnya, sehingga mampu meraih martabat lebih tinggi di sisi Allah SWT.
“Pada peringatan isra mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam ini, saya mengingatkan diri sendiri dan juga mengajak kaum muslimin dan muslimat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas ibadah kita khususnya pelaksanaan shalat lima waktu. Bukan sebatas menunaikan kewajiban tetapi jadikan Sholat sebagai kebutuhan, sebagai pondasi untuk meningkatkan iman dan taqwa,” tegas Syukri.
Pada kesempatan ini juga Kades Batu Ampar tidak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa merajut silaturrahmi, menjalin persaudaraan untuk menguatkan persatuan dengan nuansa religius.
“Tidak lupa kami banyak mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia, dan masyarakat yang telah mensukseskan kegiatan kita hari ini, mari kita semua jadikan momen Peringatan Isra Miraj ini sebagai penguat persatuan dan sarana mempererat tali silaturahmi bagi kita semua” harap Syukri.
Sementara itu Ustadz dr. H. Muzakir Sirot, M.Kes, selaku penceramah pada kegiatan peringatan Isra Miraj di Masjid Jamik Al-Muttaqin Desa Batu Ampar menyebutkan, pelajaran pertama yang bisa diambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah bukti Allah memberikan kemuliaan dan keistimewaan kepada kekasihnya, Nabi Muhammad.
“Pertama, Isra’ Mi’raj adalah kemuliaan dan keistimewaan dari Allah kepada hambanya tercinta, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,” katanya
Menurut Ustadz Muzakir, bukti pertama ini merupakan bentuk hiburan dari Allah kepada Rasulullah yang baru saja ditinggal wafat istrinya, Sayyidah Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib.
“Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah, sehingga hati Nabi semakin mantap dan teguh dalam menyebarkan Agama Allah,” jelas Ustadz Muzakir.
Hal tersebut memberikan bukti penguat kepada umat Islam bahwa siapa pun yang berjuang di jalan Allah dan menegakkan agama, seperti dengan memakmurkan masjid, memakmurkan majelis ilmu, dzikir, dan tahlil, maka Allah akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan baginya.
Lebih lanjut ustadz Muzakir menjelaskan Isra’ dan Mi’raj merupakan salah satu peristiwa yang amat bersejarah bagi umat Islam. Sebab sesudah peristiwa itu berlangsung, Rasulullah menerima kewajiban untuk melaksanakan shalat lima waktu.
Sebagaimana yang diketahui, Isra’ dan Mi’raj merupakan peristiwa ketika Allah memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad untuk melakukan perjalanan mulia bersama malaikat Jibril, mulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina.
Kemudian Rasulullah melanjutkan perjalanannya dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah, sang pencipta Alam semesta.
Pelajaran kedua yang bisa dipetik dari Isra’ Mi’raj adalah adanya kewajiban untuk menjalankan shalat lima waktu bagi setiap Muslim.
“Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat, sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap kepada Allah lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyuk,” bebernya.
Ustadz Muzakir pun kembali menjelaskan bahwa dengan shalat yang khusyuk, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah, sehingga mempunyai rasa malu untuk menuruti syahwat dan hawa nafsu, malu berkata kotor, malu mencaci orang lain, malu berbuat bohong. Sebaliknya, lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan.
“Hal tersebut demi untuk mengagungkan keesaan Allah, kebesaran Allah, sehingga dapat menjadi makhluk Allah yang terbaik di muka bumi ini,” jelas Ustadz Muzakir.
Ketiga, pelajaran yang dapat diambil adalah Isra’ Mi’raj merupakan mukjizat Nabi Muhammad dengan perjalanannya dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha.
“Dalam sejarah, itu adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat,” urai Ustadz Muzakir.
Ustadz Muzakir pun menegaskan bahwa hal tersebut memberikan pelajaran bagi umat Islam agar mandiri, belajar, bangkit, dan meningkatkan kemampuan. Tidak hanya dalam masalah agama, sosial, politik, dan ekonomi, tetapi juga harus melek terhadap sains dan teknologi.
“Perjalanan menuju ke luar angkasa adalah sains dan teknologi tingkat tinggi yang menjadi salah satu tolok ukur kemajuan sebuah umat dan bangsa, akan tetapi itu semua juga harus didasari dengan keimanan” tegas Ustadz Muzakir.
Pelajaran keempat adalah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj terdapat penyebutan dua masjid umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi seorang Muslim bahwa Masjidil Aqsa adalah bagian dari tempat suci umat Islam.
Membela Masjidil Aqsa dan sekelilingnya sama saja dengan membela agama Islam. Wajib bagi setiap Muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk selalu berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan dan keselamatan Masjidil Aqsa di Palestina.
“Baik dengan diplomasi politik, bantuan sandang pangan, maupun dengan harta. Semoga kita selalu menjadi umat yang selalu dapat mengambil hikmah dan dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya,” pungkas Ustadz Muzakir.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj yang digelar di masjid Jamik Al-Muttaqin Desa Batu Ampar ini dihadiri ratusan tamu undangan yang terdiri dari berbagai unsur pemerintahan dan kelembagaan desa, masyarakat dan undangan lainnya. Hingga berakhirnya kegiatan peringatan Isra Miraj ini berjalan dengan lancar dan penuh hikmah. (Hendri)



































