Beranda Ogan Kemering Ilir Dinkes OKI Ingatkan Warga Waspada Virus Nipah yang Mematikan

Dinkes OKI Ingatkan Warga Waspada Virus Nipah yang Mematikan

148
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap virus Nipah, penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia hingga antarmanusia dan Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan OKI, H. Iwan Setiawan, SKM,.M.Kes, menjelaskan bahwa penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah.

Selain itu, penularan bisa terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.

“Penularan bisa terjadi dari hewan ke manusia dan juga antar manusia, terutama jika terjadi atau ada kontak erat,” ujar Iwan. Kamis (05/02/2026).

Iwan kembali menjelaskan bahwa, gejala awal infeksi virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak atau ensefalitis yang berpotensi fatal.

Untuk itu demi menjaga dan mengantisipasi penularan Dinkes OKI mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan pangan, termasuk mencuci buah sebelum mengonsumsinya. Warga juga diminta menghindari kontak dengan hewan yang sakit serta tidak mengonsumsi buah yang terbuka, rusak, atau diduga terpapar gigitan kelelawar.

“Masyarakat juga diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah melakukan kontak berisiko,” harap Iwan.

Dinkes OKI juga menegaskan pentingnya kewaspadaan dan peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran virus berbahaya ini.

Virus Nipah kembali terdeteksi di India, tepatnya di Benggala Barat. Meski jumlah kasus yang dilaporkan terbatas, kemunculan virus ini langsung memicu kewaspadaan global. Alasannya jelas, virus Nipah memiliki tingkat kematian tinggi dan gejalanya kerap tidak disadari sejak awal.

“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menerbitkan surat edaran (SE) untuk mewaspadai virus Nipah yang sedang mewabah di India. Virus itu saat ini sedang menjadi sorotan global, termasuk di negara kita ini” tegas Iwan.

Surat edaran itu bernomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Virus Nipah pada 30 Januari 2026. Melalui SE tersebut, Kemenkes menyampaikan kepada para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Kepala UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, Pimpinan Rumah Sakit, Kepala Puskesmas, dan Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat di seluruh Indonesia untuk melaksanakan langkah-langkah antisipatif terkait virus Nipah. (Hendri)

1. Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan oleh Kadinkes OKI terkait seruan waspada Virus Nipah:

– Belum Ada Kasus di Indonesia

Meskipun diimbau waspada, beberapa daerah di Indonesia memastikan bahwa hingga awal Februari 2026 belum ditemukan laporan kasus Virus Nipah di.

– Peningkatkan Kewaspadaan (SKDR)

Dinkes OKI akan memperkuat sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR) di puskesmas dan rumah sakit. Fasilitas isolasi dan APD disiagakan untuk penanganan dini jika ditemukan suspek.

– Karakteristik Virus

Virus Nipah (NiV) adalah penyakit zoonosis berbahaya (menular dari hewan ke manusia) yang dibawa oleh kelelawar buah. Virus ini memiliki tingkat kematian tinggi, mencapai 40-75%.

– Gejala yang Diwaspadai

Gejala awal meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan batuk, yang bisa berkembang cepat menjadi radang otak (ensefalitis) dalam 24-48 jam.

2. Langkah Pencegahan (PHBS)

– Hindari kontak langsung dengan kelelawar atau hewan yang sakit.

– Jangan mengonsumsi nira mentah atau buah-buahan yang sudah digigit/dimakan kelelawar.

– Cuci buah dan sayuran hingga bersih sebelum dikonsumsi.

– Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta rajin mencuci tangan.

“Lebih baik sedia payung sebelum hujan, walaupun hingga saat ini belum ada kasus yang terjadi akan tetapi alangkah baiknya jika kita tetap waspada, kami juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak mudah percaya informasi yang tidak terverifikasi” tutup Iwan. (Hendri).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini