Beranda Ogan Kemering Ilir Reses di Tanjung Lubuk, Alki Siap Kawal Jalan 3 Desa dan Akses...

Reses di Tanjung Lubuk, Alki Siap Kawal Jalan 3 Desa dan Akses Sawah Warga

79
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Infrastruktur jalan, akses persawahan, persoalan aliran air hingga bantuan listrik menjadi sorotan utama dalam reses Masa Sidang V Tahun 2026 yang digelar Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Fraksi PAN, M. Alki Ardhiansyah, di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (14/2/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Alki menyambangi tiga desa yakni Desa Pulau Gemantung, Desa Sukarami dan Desa Ulak Kapal guna menyerap langsung aspirasi masyarakat yang selama ini masih bergelut dengan persoalan infrastruktur dasar.

Jalan Penghubung Tiga Desa Belum Tuntas

Di Desa Pulau Gemantung, Kepala Desa Sadzali menyampaikan harapan agar pembangunan jalan penghubung menuju Pulau Gemantung Ulu dan Ilir dapat segera dituntaskan.

“Pembangunan jalan sudah terealisasi sekitar 800 meter pada 2022–2023. Masih kurang lebih 500 meter lagi, kami berharap dapat diperjuangkan,” ujarnya.

Jalan tersebut dinilai vital karena menjadi akses utama bagi sekitar 2.000 warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial.

Selain itu, akses jalan poros Dusun 7 sepanjang kurang lebih 400 meter yang menjadi jalur utama menuju lahan persawahan turut diusulkan agar dapat diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan.

Tokoh masyarakat Holidan, S.Pd, juga mengapresiasi kehadiran Alki. Ia mengenang kontribusi Iskandar—ayah Alki—saat menjabat Bupati OKI, dan menyebut kunjungan ini sebagai bentuk kesinambungan silaturahmi sekaligus komitmen pembangunan.

Pertanian, BUMDes dan Jembatan Jadi Prioritas

Di Desa Sukarami, Kepala Desa Bob Yusuf menyampaikan sejumlah usulan strategis, mulai dari dukungan sektor pertanian, penerangan jalan umum (PJU), penguatan BUMDes hingga pembangunan jembatan di Dusun III yang menghubungkan akses persawahan warga.

“Kami berharap proposal yang telah diajukan dapat dibantu realisasinya,” kata Bob Yusuf.

Kunjungan ini menjadi kali kedua Alki ke Desa Sukarami, mempertegas komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi.

Soroti Dampak Pembukaan Lahan dan Drainase Permukiman

Reses berlanjut ke Desa Ulak Kapal. Kepala Desa Muhammad Jurid, S.Sos, menyampaikan keluhan warga terkait persoalan aliran air yang diduga terdampak aktivitas pembukaan lahan di wilayah Gunung Batu, OKI Timur. Kondisi tersebut disebut menyebabkan lahan persawahan sulit digarap serta aliran sungai tercemar.

Perwakilan warga Dusun IV, Teguh Efendi, turut mengusulkan kelanjutan pembangunan siring dan gorong-gorong sepanjang sekitar 200 meter untuk mengalirkan air ke sungai kecil agar tidak mengganggu permukiman.

Selain itu, warga juga meminta pelebaran jalan setapak di perbatasan Ulak Kapal dan Tanjung Merindu guna memperlancar mobilitas masyarakat.

Siap Perjuangkan di Tengah Efisiensi Anggaran

Dalam sambutannya, Alki menegaskan bahwa reses merupakan tugas konstitusional legislator untuk menyerap aspirasi masyarakat, menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan.

“Apa yang menjadi keluhan dan harapan bapak ibu, saya catat dan akan saya perjuangkan di tingkat provinsi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak hingga ke daerah. Meski demikian, menurutnya komunikasi dan sinergi antar pemangku kepentingan tetap menjadi kunci agar program prioritas masyarakat tetap bisa diperjuangkan.

Terkait lanjutan pembangunan jalan penghubung tiga desa di Pulau Gemantung, Alki meminta pemerintah desa segera menyiapkan proposal resmi agar dapat dikawal dalam pembahasan anggaran provinsi.

Tak hanya infrastruktur, Alki juga menyampaikan komitmennya memperjuangkan bantuan pemasangan listrik bagi warga yang belum memiliki meteran atau MCB melalui program CSR.

“Kurang lebih sudah 300 amper meter yang kita perjuangkan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Reses di Kecamatan Tanjung Lubuk ini menjadi bagian dari komitmen Alki untuk turun langsung menjemput aspirasi warga, sekaligus memastikan setiap usulan yang berdampak luas tidak berhenti di forum dialog, melainkan berlanjut hingga tahap realisasi di tingkat provinsi. (Hendri/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini