Beranda Nasional TNI Respons Isu Siaga 1, Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

TNI Respons Isu Siaga 1, Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

58
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, merespons beredarnya informasi mengenai status Siaga 1 di lingkungan TNI yang disebut-sebut tertuang dalam telegram Panglima TNI.

Menurut Aulia, TNI pada prinsipnya selalu menjaga kesiapsiagaan untuk melindungi negara serta masyarakat dari berbagai potensi ancaman, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu.

Ia menjelaskan, salah satu bentuk kesiapan tersebut diwujudkan melalui kegiatan apel rutin untuk memastikan kondisi personel, peralatan, dan sistem komando tetap dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

Namun demikian, saat kembali dimintai kepastian mengenai kebenaran status Siaga 1, Aulia tidak memberikan jawaban secara langsung terkait informasi tersebut.

Sebelumnya, di tengah masyarakat beredar dokumen yang disebut sebagai Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi instruksi peningkatan kesiapsiagaan kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia.

Dalam telegram tersebut disebutkan bahwa langkah siaga dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Tercatat terdapat tujuh poin instruksi dalam dokumen tersebut. Salah satunya memerintahkan Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI untuk menyiagakan personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah masing-masing.

Selain itu, jajaran TNI juga diminta meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis dan pusat aktivitas ekonomi, termasuk bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, terminal bus, hingga kantor perusahaan listrik negara.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. (Ant/net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini