Beranda Headline Pemerintah Kaji Penghematan BBM dan Opsi WFH Antisipasi Krisis Global

Pemerintah Kaji Penghematan BBM dan Opsi WFH Antisipasi Krisis Global

72
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai upaya menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan pemerintah adalah penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi sebagian aparatur negara.

Hal itu disampaikan Presiden saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat. Ia menegaskan pemerintah tidak boleh terlena dengan kondisi saat ini meskipun Indonesia relatif aman dari gejolak global.

“Kita harus melakukan langkah proaktif, salah satunya penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap apa pun yang terjadi kita tetap aman tanpa upaya penghematan,” kata Prabowo.

Presiden menjelaskan perkembangan situasi global, terutama di kawasan Eropa dan Timur Tengah, berpotensi memicu kenaikan harga energi dunia. Jika tidak diantisipasi, lonjakan harga BBM dapat berdampak langsung pada harga pangan dan stabilitas ekonomi nasional.

Meski pemerintah telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan strategis dan menyiapkan langkah percepatan di sektor energi, Prabowo menilai upaya penghematan tetap perlu dilakukan sejak dini.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung langkah penghematan yang diterapkan sejumlah negara, salah satunya Pakistan. Negara tersebut menerapkan kebijakan kerja dari rumah hingga 50 persen bagi pegawai pemerintah dan swasta serta mengurangi hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.

Selain itu, pemerintah Pakistan juga melakukan pemangkasan berbagai belanja negara, mulai dari pengurangan gaji pejabat, pembatasan kendaraan dinas, hingga penghentian pengadaan barang seperti kendaraan, pendingin ruangan, dan perabot kantor.

“Ini hanya contoh. Kita bisa mengkaji langkah-langkah seperti itu untuk melihat mana yang cocok diterapkan di Indonesia,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengingatkan pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi konsumsi BBM secara signifikan.

Karena itu, ia meminta para menteri koordinator segera membahas kemungkinan penerapan kebijakan serupa.

“Misalnya sebagian ASN tidak perlu ke kantor setiap hari. Itu bisa mengurangi kemacetan sekaligus menghemat BBM dalam jumlah besar,” katanya.

Lebih jauh, Prabowo menekankan pentingnya menjaga kondisi fiskal negara agar defisit anggaran tidak melebar. Pemerintah menargetkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih seimbang.

Ia juga menyoroti masih adanya potensi kebocoran dan ketidakefisienan dalam pengelolaan anggaran. Untuk itu, pemerintah tengah mengembangkan sistem digital pemerintahan berbasis GovTech yang dikoordinasikan oleh Dewan Ekonomi Nasional.

Menurut Presiden, integrasi sistem tersebut diperkirakan dapat menekan kebocoran anggaran hingga 40 persen dari total pengeluaran negara.

Di akhir arahannya, Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tetap waspada menghadapi dinamika global, termasuk kemungkinan konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

“Kita tidak boleh panik, tetapi juga tidak boleh lengah. Kita harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk,” tegasnya. (Ant/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini