OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Suasana hangat nan penuh kekhidmatan serta kebersamaan mewarnai kegiatan pembinaan rutin bagi ustadz dan ustadzah yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten OKI.
Acara ini sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Guru Ngaji se-Sumatera Selatan, Nuzulul Qur’an, khataman Al-Qur’an, hingga pemberian santunan Ramadan untuk para guru ngaji. Kegiatan berlangsung di kediaman Ibu Zubaidah yang beralamat di desa Awal Terusan. Seorang guru ngaji yang sudah mengabdikan diri selama 30 tahun dan sekarang sudah berusia 88 tahun.
Dalam acara ini sediri dihadiri langsung oleh Perwakilan PW BKPRMI sumsel , ustadzah Yusrianti S.Pd.l, Camat SP Padang, Indra Husin S.Sos,.M.Si, Kepala Desa Awal Terusan, Rano Karno, Pengurus BKPRMI Kabupaten OKI dan Para ustadz dan ustadzah dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an di Kecamatan SP Padang hadir dalam kegiatan tersebut yang juga sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan peran mereka dalam membina generasi Qur’ani.
Disela-sela kegiatan Bendahara Umum (Bedum) BKPRMI Kabupaten OKI, Ustadzah Maryamah, S.Pd.I,.M.Pd, menjelaskan bahwa gagasan peringatan Hari Guru Ngaji berasal dari Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Sumatera Selatan. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para guru ngaji dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada generasi muda.
Menurut Maryamah, tanggal 16 Maret dipilih sebagai Hari Guru Ngaji karena bertepatan dengan hari lahir KH. As’ad Humam, tokoh pendidikan Al-Qur’an yang lahir pada 16 Maret 1933. KH. As’ad Humam dikenal sebagai pelopor metode pembelajaran Al-Qur’an yang melahirkan banyak pengajar di berbagai wilayah.
“Peringatan ini merupakan penghormatan bagi ustadz dan ustadzah yang menjadi garda terdepan dalam mendidik anak-anak memahami Al-Qur’an,” ujar Maryamah.
Maryamah menambahkan, penetapan Hari Guru Ngaji telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Wilayah LPPTKA BKPRMI Sumatera Selatan dan secara resmi diluncurkan pada Milad LPPTKA ke-36 di Sekretariat DPW BKPRMI Sumsel, 14 Agustus 2025. Tahun 2026 menjadi momen bersejarah karena merupakan peringatan perdana Hari Guru Ngaji secara serentak di seluruh DPD BKPRMI se-Sumatera Selatan.
Ia pun berharap peringatan ini dapat memperkuat peran guru ngaji serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sejak dini.
“Hari Guru Ngaji menjadi pengingat pentingnya membangun karakter generasi muda berlandaskan Al-Qur’an, dan hal positif ini alangkah baiknya untuk terus di giatkan tiap tahunnya” harap Maryamah.
Puncak peringatan di masing-masing daerah akan melibatkan pemerintah, Kementerian Agama, BUMN, BUMD, Baznas serta para donatur dan dermawan lainnya, Di Kabupaten OKI sendiri semua pihak saling bersinergi dalam memberikan dukungan terhadap peran guru ngaji.
Sementara itu dikesempatan yang sama Camat SP Padang, Indra Husin, S.Sos,.M.Si, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para ustadz dan ustadzah yang ada di Kecamatan SP Padang.
“Kami sangat mengapresiasi kepada seluruh Ustadz Ustadzah yang ada di Kecamatan SP Padang, khsususnya kepada ibu Zubaidah (88 tahun) yang mendedikasikan dirinya selama 30 tahun lebih atau sepanjang hidupnya untuk mencerdaskan anak bangsa, dengan pendidikan Akhlakul Karimah nan Islami” jelas Indra.
Indra juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan.
“Setiap niat yang terbangun khususnya dibidang pendidikan agama, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri kita harus tetap melangkah bersama guna mencapai tujuan mulia tersebut” tegas Indra.
Tidak lupa Camat SP Padang pun menyampaikan harapannya agar Hari Guru Ngaji menjadi dorongan bagi peningkatan kesejahteraan dan kapasitas para guru ngaji.
“Peringatan ini bukan hanya sekedar seremonial semata akan tetapi lebih kepada sebuah harapan baik kesejahteraan maupun kapasitas para guru ngaji lebih ditingkatkan” pungkas Indra.
Acara pun ditutup dengan ramah tamah, pembagian 30 bingkisan sembako bagi ustadz – ustadzah dan bantuan uang tunai sebesar 1 (satu) juta rupiah yang diberikan kepada ibu Zubaidah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinyan selama ini dalam membangun generasi islami yang ada di Kecamatan SP Padang. (Hendri)



































